Imam Ali Mengakui Kepemimpinannya : Hujjah Hadis Ghadir Khum

Imam Ali Mengakui Kepemimpinannya : Hujjah Hadis Ghadir Khum

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar


Hadis Ghadir Khum yang menunjukkan kepemimpinan Imam Ali adalah salah satu hadis shahih yang sering dijadikan hujjah oleh kaum Syiah dan ditolak oleh kaum Sunni. Kebanyakan mereka yang mengingkari hadis ini membuat takwilan-takwilan agar bisa disesuaikan dengan keyakinan mahzabnya. Padahal Imam Ali sendiri mengakui kalau hadis ini adalah hujjah bagi kepemimpinan Beliau. Hal ini terbukti dalam riwayat-riwayat yang shahih dimana Imam Ali ketika menjadi khalifah mengumpulkan orang-orang di tanah lapang dan berbicara meminta kesaksian soal hadis Ghadir Khum. .

عن سعيد بن وهب وعن زيد بن يثيع قالا نشد على الناس في الرحبة من سمع رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول يوم غدير خم الا قام قال فقام من قبل سعيد ستة ومن قبل زيد ستة فشهدوا انهم سمعوا رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول لعلي رضي الله عنه يوم غدير خم أليس الله أولى بالمؤمنين قالوا بلى قال اللهم من كنت مولاه فعلي مولاه اللهم وال من والاه وعاد من عاداه

Dari Sa’id bin Wahb dan Zaid bin Yutsai’ keduanya berkata “Ali pernah meminta kesaksian orang-orang di tanah lapang “Siapa yang telah mendengar Rasulullah SAW bersabda pada hari Ghadir Khum maka berdirilah?. Enam orang dari arah Sa’id pun berdiri dan enam orang lainnya dari arah Za’id juga berdiri. Mereka bersaksi bahwa sesungguhnya mereka pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda kepada Ali di Ghadir Khum “Bukankah Allah lebih berhak terhadap kaum mukminin”. Mereka menjawab “benar”. Beliau bersabda “Ya Allah barangsiapa yang aku menjadi pemimpinnya maka Ali pun menjadi pemimpinnya, dukunglah orang yang mendukung Ali dan musuhilah orang yang memusuhinya”. [Musnad Ahmad 1/118 no 950 dinyatakan shahih oleh Syaikh Ahmad Syakir]

Sebagian orang membuat takwilan batil bahwa kata mawla dalam hadis Ghadir Khum bukan menunjukkan kepemimpinan tetapi menunjukkan persahabatan atau yang dicintai, takwilan ini hanyalah dibuat-buat. Jika memang menunjukkan persahabatan atau yang dicintai maka mengapa ada sahabat Nabi yang merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya ketika mendengar kata-kata Imam Ali di atas. Adanya keraguan di hati seorang sahabat Nabi menyiratkan bahwa Imam Ali mengakui hadis ini sebagai hujjah kepemimpinan. Maka dari itu sahabat tersebut merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya karena hujjah hadis tersebut memberatkan kepemimpinan ketiga khalifah sebelumnya. Sungguh tidak mungkin ada keraguan di hati sahabat Nabi kalau hadis tersebut menunjukkan persahabatan atau yang dicintai.

عن أبي الطفيل قال جمع علي رضي الله تعالى عنه الناس في الرحبة ثم قال لهم أنشد الله كل امرئ مسلم سمع رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول يوم غدير خم ما سمع لما قام فقام ثلاثون من الناس وقال أبو نعيم فقام ناس كثير فشهدوا حين أخذه بيده فقال للناس أتعلمون انى أولى بالمؤمنين من أنفسهم قالوا نعم يا رسول الله قال من كنت مولاه فهذا مولاه اللهم وال من والاه وعاد من عاداه قال فخرجت وكأن في نفسي شيئا فلقيت زيد بن أرقم فقلت له انى سمعت عليا رضي الله تعالى عنه يقول كذا وكذا قال فما تنكر قد سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول ذلك له

Dari Abu Thufail yang berkata “Ali mengumpulkan orang-orang di tanah lapang dan berkata “Aku meminta dengan nama Allah agar setiap muslim yang mendengar Rasulullah SAW bersabda di Ghadir khum terhadap apa yang telah didengarnya. Ketika ia berdiri maka berdirilah tigapuluh orang dari mereka. Abu Nu’aim berkata “kemudian berdirilah banyak orang dan memberi kesaksian yaitu ketika Rasulullah SAW memegang tangannya (Ali) dan bersabda kepada manusia “Bukankah kalian mengetahui bahwa saya lebih berhak atas kaum mu’min lebih dari diri mereka sendiri”. Para sahabat menjawab “benar ya Rasulullah”. Beliau bersabda “barang siapa yang menjadikan Aku sebagai pemimpinnya maka Ali pun adalah pemimpinnya dukunglah orang yang mendukungnya dan musuhilah orang yang memusuhinya. Abu Thufail berkata “ketika itu muncul sesuatu yang mengganjal dalam hatiku maka aku pun menemui Zaid bin Arqam dan berkata kepadanya “sesungguhnya aku mendengar Ali RA berkata begini begitu, Zaid berkata “Apa yang patut diingkari, aku mendengar Rasulullah SAW berkata seperti itu tentangnya”.[Musnad Ahmad 4/370 no 19321 dengan sanad yang shahih seperti yang dikatakan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Tahdzib Khasa’is An Nasa’i no 88 dishahihkan oleh Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini]

Kata mawla dalam hadis ini sama halnya dengan kata waliy yang berarti pemimpin, kata waly biasa dipakai oleh sahabat untuk menunjukkan kepemimpinan seperti yang dikatakan Abu Bakar dalam khutbahnya. Inilah salah satu hadis Ghadir Khum dengan lafaz Waly.

عن سعيد بن وهب قال قال علي في الرحبة أنشد بالله من سمع رسول الله يوم غدير خم يقول إن الله ورسوله ولي المؤمنين ومن كنت وليه فهذا وليه اللهم وال من والاه وعاد من عاداه وأنصر من نصره

Dari Sa’id bin Wahb yang berkata “Ali berkata di tanah lapang aku meminta dengan nama Allah siapa yang mendengar Rasulullah SAW pada hari Ghadir Khum berkata “Allah dan RasulNya adalah pemimpin bagi kaum mukminin dan siapa yang menganggap aku sebagai pemimpinnya maka ini (Ali) menjadi pemimpinnya dukunglah orang yang mendukungnya dan musuhilah orang yang memusuhinya dan jayakanlah orang yang menjayakannya. [Tahdzib Khasa’is An Nasa’i no 93 dishahihkan oleh Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini].

Dan perhatikan khutbah Abu Bakar ketika ia selesai dibaiat, ia menggunakan kata Waly untuk menunjukkan kepemimpinannya. Inilah khutbah Abu Bakar

قال أما بعد أيها الناس فأني قد وليت عليكم ولست بخيركم فان أحسنت فأعينوني وإن أسأت فقوموني الصدق أمانة والكذب خيانة والضعيف فيكم قوي عندي حتى أرجع عليه حقه إن شاء الله والقوي فيكم ضعيف حتى آخذ الحق منه إن شاء الله لا يدع قوم الجهاد في سبيل الله إلا خذلهم الله بالذل ولا تشيع الفاحشة في قوم إلا عمهم الله بالبلاء أطيعوني ما أطعت الله ورسوله فاذا عصيت الله ورسوله فلا طاعة لي عليكم قوموا الى صلاتكم يرحمكم الله

Ia berkata “Amma ba’du, wahai manusia sekalian sesungguhnya aku telah dipilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik diantara kalian maka jika berbuat kebaikan bantulah aku. Jika aku bertindak keliru maka luruskanlah aku, kejujuran adalah amanah dan kedustaan adalah khianat. Orang yang lemah diantara kalian ia kuanggap kuat hingga aku mengembalikan haknya kepadanya jika Allah menghendaki. Sebaliknya yang kuat diantara kalian aku anggap lemah hingga aku mengambil darinya hak milik orang lain yang diambilnya jika Allah mengehendaki. Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah kecuali Allah timpakan kehinaan dan tidaklah kekejian tersebar di suatu kaum kecuali adzab Allah ditimpakan kepada kaum tersebut. Taatilah aku selama aku taat kepada Allah dan RasulNya. Tetapi jika aku tidak mentaati Allah dan RasulNya maka tiada kewajiban untuk taat kepadaku. Sekarang berdirilah untuk melaksanakan shalat semoga Allah merahmati kalian. [Sirah Ibnu Hisyam 4/413-414 tahqiq Hammam Sa’id dan Muhammad Abu Suailik, dinukil Ibnu Katsir dalam Al Bidayah 5/269 dan 6/333 dimana beliau menshahihkannya].

Terakhir kami akan menanggapi syubhat paling lemah soal hadis Ghadir Khum yaitu takwilan kalau hadis ini diucapkan untuk meredakan orang-orang yang merendahkan atau tidak suka kepada Imam Ali perihal pembagian rampasan di Yaman. Silakan perhatikan hadis Ghadir Khum yang disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada banyak orang, tidak ada di sana disebutkan perihal orang-orang yang merendahkan atau mencaci Imam Ali. Kalau memang hadis ghadir khum diucapkan Rasulullah SAW untuk menepis cacian orang-orang terhadap Imam Ali maka Rasulullah SAW pasti akan menjelaskan duduk perkara rampasan di Yaman itu, atau menunjukkan kecaman Beliau kepada mereka yang mencaci Ali. Tetapi kenyataannya dalam lafaz hadis Ghadir Khum tidak ada yang seperti itu, yang ada malah Rasulullah meninggalkan wasiat bahwa seolah Beliau SAW akan dipanggil ke rahmatullah, wasiat tersebut berkaitan dengan kepemimpinan Imam Ali dan berpegang teguh pada Al Qur’an dan ithrati Ahlul Bait. Sungguh betapa jauhnya lafaz hadis tersebut dari syubhat para pengingkar.

Hadis yang dijadikan hujjah oleh penyebar syubhat ini adalah hadis Buraidah ketika ia menceritakan soal para sahabat yang merendahkan Imam Ali. Hadis tersebut bukan diucapkan di Ghadir Khum dan tentu saja Rasulullah SAW akan marah kepada sahabat yang menjelekkan Imam Ali karena Imam Ali adalah pemimpin setiap mukmin (semua sahabat Nabi) sepeninggal Nabi SAW . Disini Rasulullah SAW mengingatkan Buraidah dan sahabat lain yang ikut di Yaman agar berhenti dari sikap mereka karena Imam Ali adalah pemimpin bagi setiap mukmin sepeninggal Nabi SAW.

عن عبد الله بن بريدة عن أبيه بريدة قال بعث رسول الله صلى الله عليه و سلم بعثين إلى اليمن على أحدهما علي بن أبي طالب وعلى الآخر خالد بن الوليد فقال إذا التقيتم فعلي على الناس وان افترقتما فكل واحد منكما على جنده قال فلقينا بنى زيد من أهل اليمن فاقتتلنا فظهر المسلمون على المشركين فقتلنا المقاتلة وسبينا الذرية فاصطفى علي امرأة من السبي لنفسه قال بريدة فكتب معي خالد بن الوليد إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم يخبره بذلك فلما أتيت النبي صلى الله عليه و سلم دفعت الكتاب فقرئ عليه فرأيت الغضب في وجه رسول الله صلى الله عليه و سلم فقلت يا رسول الله هذا مكان العائذ بعثتني مع رجل وأمرتني ان أطيعه ففعلت ما أرسلت به فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم لا تقع في علي فإنه منى وأنا منه وهو وليكم بعدي وانه منى وأنا منه وهو وليكم بعدي

Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya Buraidah yang berkata “Rasulullah SAW mengirim dua utusan ke Yaman, salah satunya dipimpin Ali bin Abi Thalib dan yang lainnya dipimpin Khalid bin Walid. Beliau SAW bersabda “bila kalian bertemu maka yang jadi pemimpin adalah Ali dan bila kalian berpisah maka masing-masing dari kalian memimpin pasukannya. Buraidah berkata “kami bertemu dengan bani Zaid dari penduduk Yaman kami berperang dan kaum muslimin menang dari kaum musyrikin. Kami membunuh banyak orang dan menawan banyak orang kemudian Ali memilih seorang wanita diantara para tawanan untuk dirinya. Buraidah berkata “Khalid bin Walid mengirim surat kepada Rasulullah SAW memberitahukan hal itu. Ketika aku datang kepada Rasulullah SAW, aku serahkan surat itu, surat itu dibacakan lalu aku melihat wajah Rasulullah SAW yang marah kemudian aku berkata “Wahai Rasulullah SAW, aku meminta perlindungan kepadamu sebab Engkau sendiri yang mengutusku bersama seorang laki-laki dan memerintahkan untuk mentaatinya dan aku hanya melaksanakan tugasku karena diutus. Rasulullah SAW bersabda “Jangan membenci Ali, karena ia bagian dariKu dan Aku bagian darinya dan Ia adalah pemimpin kalian sepeninggalKu, ia bagian dariKu dan Aku bagian darinya dan Ia adalah pemimpin kalian sepeninggalKu. [Musnad Ahmad tahqiq Syaikh Ahmad Syakir dan Hamzah Zain hadis no 22908 dan dinyatakan shahih].

Syaikh Al Albani berkata dalam Zhilal Al Jannah Fi Takhrij As Sunnah no 1187 menyatakan bahwa sanad hadis ini jayyid, ia berkata

أخرجه أحمد من طريق أجلح الكندي عن عبد الله بن بريدة عن أبيه بريدة وإسناده جيد رجاله ثقات رجال الشيخين غير أجلح وهو ابن عبد الله بن جحيفة الكندي وهو شيعي صدوق

Dikeluarkan Ahmad dengan jalan Ajlah Al Kindi dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya Buraidah dengan sanad yang jayyid (baik) para perawinya terpercaya, perawi Bukhari dan Muslim kecuali Ajlah dan dia adalah Ibnu Abdullah bin Hujayyah Al Kindi dan dia seorang syiah yang (shaduq) jujur.

Justru hadis Buraidah di atas menjadi penguat bahwa Imam Ali adalah pemimpin bagi setiap mukmin (semua sahabat Nabi)  sepeninggal Nabi SAW dan sungguh tidak berguna syubhat dari para pengingkar.

Salam Damai

*****************

ARTIKEL TERKAIT

  1. Khalifah Umat Islam Adalah Ahlul Bait
  2. Pengantar Jawaban Untuk Sdr Jakfar: Maaf, Maaf, Perhatian Sebelumnya
  3. Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Imamah (Kecenderungan Sunni Dan Syiah)
  4. Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Imamah (Hadis Kepemimpinan Imam Ali)
  5. Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Imamah (Ayat Al Wilayah)
  6. Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Imamah (Ayat Al Mubahalah)
  7. Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Imamah (Ayat Tabligh)
  8. Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Imamah (Hadis Al Ghadir)
  9. Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Imamah (Hadis Kekhalifahan Sunni)
  10. Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Imamah (Hadis 12 Khalifah)
  11. Ayat Al Wilayah Al Maidah 55 Turun Untuk Imam Ali
  12. Kedudukan Hadis “Ali Khalifah Setelah Nabi SAW”
  13. Analisis Tafsir Salafy Terhadap Hadis Ali Khalifah Setelah Nabi SAW
  14. Al Mahdi Khalifah Allah SWT

******************************************************************************

UNTUK BERKOMENTAR DAN BERDIALOG DENGAN PENULIS SILAHKAN  -KLIK DISINI-

*******************************************************************************

___________________________________________________

BEBERAPA DISKUSI PENULIS DENGAN PEMBACA

imem, on Oktober 9, 2009 at 3:00 pmsaid:

wuakakakak bisa ditebak….

Imam Ali ketika menjadi khalifah mengumpulkan orang-orang di tanah lapang dan berbicara meminta kesaksian soal hadis Ghadir Khum.

Jelas di sini bahwa Imam Ali telah menjadi Khalifah saat mengingatkan mengenai hadits ghadir khum tersebut, pertanyaannya mengapa Imam Ali mengingatkan hal ini baru setelah beliau menjadi khalifah? setelah hampir 25 th setelah Rasulullah wafat? mengapa beliau tidak gunakan hal tersebut saat Abu Bakar baru dibai’at, atau saat Abu Bakar akan meninggal, atau saat Umar baru dilantik atau saat pemilihan kepemimpinan setelah Umar, yg saya yakin beliau mempunyai byk kesempatan saat itu bahkan beliau menjadi panitia formatur pemilihan khalifah setelah Umar?

Jawabannya :

Karena memang hadits tersebut bukanlah hadits wasiat tentang kekhalifahan beliau setelah wafatnya Rasulullah, karena bukankah beliau sudah mendapatkan kedudukan khalifah saat mengingatkan orang2 di tanah lapang tsb?, sehingga jelas hadits tersebut digunakan beliau untuk tujuan yang lain bukan agar kaum muslimin memilih beliau menjadi khalifah yang beliau sudah memegangnya, tetapi untuk mengingatkan orang-orang yang tidak mau ta’at kepadanya setelah beliau dibai’at, hal tsb bisa dimengerti karena saat Imam Ali dilantik, fitnah sedang melanda umat Islam karena terbunuhnya Utsman, yg sebagian kaum muslimin tidak bersedia ta’at kepada beliau. Hal ini sesuai dengan uslub (hehehe bhsnya antirafidhah) hadits ghadir khum yang disabdakan Rasulullah agar kaum muslimin ta’at, menghormati dan tidak membenci Ali yang telah beliau pilih sebagai pemimpin rombongan di Yaman. itulah fungsi yang jelas dari hadits ghadir khum tersebut. Jadi sekali lagi hadits tersebut tidak menunjukkan sama sekali wasiat kekhalifahan untuk Imam Ali setelah Rasulullah wafat.

Justru hadis Buraidah di atas menjadi penguat bahwa Imam Ali adalah pemimpin bagi setiap mukmin (semua sahabat Nabi) sepeninggal Nabi SAW dan sungguh tidak berguna syubhat dari para pengingkar.

Saya melihat kok tidak tho, hadits tersebut mirip dengan hadits Manzilah saat perang Tabuk, seharusnya terjemahan وليكم بعدي bagi kalian setelahku, maksudnya jika Imam Ali sudah ditetapkan menjadi pemimpin rombongan di Yaman ya dia harus dita’ati sebagaimana menta’ati Rasulullah sendiri. lihatlah kalimat sebelumnya sangat jelas sekali itu :

“Wahai Rasulullah SAW, aku meminta perlindungan kepadamu sebab Engkau sendiri yang mengutusku bersama seorang laki-laki dan memerintahkan untuk mentaatinya dan aku hanya melaksanakan tugasku karena diutus. Rasulullah SAW bersabda “Jangan membenci Ali, karena….

jelas kalimat Nabi berhubungan dengan kalimat sebelumnya.

Ditambah lagi dapat kita temui hadits2 yang shahih dari Imam Ali sendiri yang membantah pemahaman seperti itu. hadits2 nya sudah disebutkan di threat2 sebelah.

So intinya ya sama ajah,.. hadits tersebut tidak bisa dijadikan hujjah untuk mazhab S** ‘ *h tulen .. wuakakakak ..

*************

secondprince, on Oktober 9, 2009 at 7:17 pmsaid:

@imem

Saya melihat kok tidak tho, hadits tersebut mirip dengan hadits Manzilah saat perang Tabuk, seharusnya terjemahan وليكم بعدي bagi kalian setelahku, maksudnya jika Imam Ali sudah ditetapkan menjadi pemimpin rombongan di Yaman ya dia harus dita’ati sebagaimana menta’ati Rasulullah sendiri.

ho ho percuma deh klaim sampean,anda kan suka melihat(mengada-ada) yang tidak dilihat orang lain, buktinya lafaz itu menunjukkan Imam Ali memang pemimpin setelah Nabi SAW, he he he karena tidak sesuai dengan keyakinan anda makanya cari-cari dalih, sejak dulu mah itikad anda memang begitu suka menentang hadis sambil pura-pura berpegang hadis, silakan cari or tanya deh dalam bahasa arab kira-kira lafaz itu artinya apa, seperti biasa komentar anda isinya menggerutu semua :P

*************

kembali ke aqidah yg benar, on Oktober 10, 2009 at 4:05 pmsaid:

hadits buraidah itu……
Yah, hanya pemimpin rombongan ke yaman.

hampir sama dg:

1.Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dari hadits Abu Said dan Abu Hurairah Marfu’ (yang tetap sanadnya sampai kepada Rasul): “Jika keluar tiga orang dalam sebuah perjalanan maka hendaklah mereka mengangkat pemimpin salah satunya. Dan bentuk permintaan dalam hadits adalah perintah sebab menggunakan ungkapan Fi’il Mudhari (kata kerja sekarang dan akan datang) dengan disertai Lamul Amr (Huruf Lam yang mengandung arti perintah) maka ia mengandung makna kewajiban.

2.Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya dari hadits Abdullah bin Amr sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Tidaklah dibenarkan bagi tiga orang yang berada pada sebuah padang di bumi kecuali mereka mengangkat pemimpin salah seorang di antara mereka”.

Dua hadits telah jelas menetapkan kewajiban mengangkat pemimpin pada sebuah kelompok dan golongan yang kecil dalam sebuah perjalanan yang mereka lakukan.

Ali bin Abi Thalib diangkat menjadi pemimpin, HANYA dalam perjalanan.

******************

kembali ke aqidah yg benar, on Oktober 10, 2009 at 4:18 pmsaid:

Justru hadis Buraidah di atas menjadi penguat bahwa Imam Ali adalah pemimpin bagi setiap mukmin (semua sahabat Nabi) sepeninggal Nabi SAW dan sungguh tidak berguna syubhat dari para pengingkar.

LUCU YA…ngomongnya.

*********************

secondprince, on Oktober 10, 2009 at 4:54 pmsaid:

@kembali ke aqidah yang benar

hadits buraidah itu……
Yah, hanya pemimpin rombongan ke yaman.

silakan aja berkeras dengan doktrin anda, kalau anda mau membaca hadis Buraidah dengan baik-baik maka sebelum Buraidah datang ke Rasul SAW Imam Ali sudah jadi pemimpin rombongan ke Yaman, nah ketika sahabat2 menjelekkan Imam Ali dan disampaikan Buraidah ke Rasulullah SAW maka Rasulullah SAW mengatakan kepada mereka kalau Imam Ali itu adalah Pemimpin sepeninggal Beliau, jadi ya jangan coba-coba merendahkan Imam Ali, he he he pahami hadis itu jangan sepotong-potong :mrgreen:

Justru hadis Buraidah di atas menjadi penguat bahwa Imam Ali adalah pemimpin bagi setiap mukmin (semua sahabat Nabi) sepeninggal Nabi SAW dan sungguh tidak berguna syubhat dari para pengingkar.

LUCU YA…ngomongnya.

Hoooo yang ngomong “Imam Ali pemimpin sepeninggal Nabi SAW” ya Nabi SAW sendiri, kalau anda mau mengatakannya lucu, ya terserah saya berlepas diri dari anda :mrgreen:

btw gak perlu deh kopas terus tulisan albayyinat yang gak jelas itu, isinya cuma asumsi-asumsi yang bertentangan dengan lafaz hadisnya. Anehnya anda lebih suka berpegang pada kopas gak jelas ketimbang hadis Nabi SAW :P

************************

Komen dan diskusi selanjutnya silahkan berkunjung langsung  KESINI


 

%d blogger menyukai ini: