Khalifah Umat Islam Adalah Ahlul Bait

Khalifah Umat Islam Adalah Ahlul Bait

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar

Masalah Kekhalifahan adalah masalah yang sangat penting dalam Islam. Masalah ini adalah dasar penting dalam penerapan kehidupan keislaman, setidaknya begitu yang saya tahu :mrgreen: . Kata Khalifah sendiri menyiratkan makna yang beragam, bisa sesuatu dimana yang lain tunduk kepadanya, sesuatu yang menjadi panutan, sesuatu yang layak diikuti, sesuatu yang menjadi pemimpin, sesuatu yang memiliki kekuasaan dan mungkin masih ada banyak lagi ;)

Saat Sang Rasulullah SAW yang mulia masih hidup maka tidak ada alasan untuk Pribadi Selain Beliau SAW untuk menjadi khalifah bagi umat Islam. Hal ini cukup jelas kiranya karena sebagai sang Utusan Tuhan maka Sang Rasul SAW lebih layak menjadi seorang Khalifah. Sang Rasul SAW adalah Pribadi yang Mulia, Pribadi yang selalu dalam kebenaran, dan Pribadi yang selalu dalam keadilan. Semua ini sudah jelas merupakan konsekuensi dasar yang logis bahwa Sang Rasulullah SAW adalah Khalifah bagi umat Islam.

Lantas bagaimana kiranya jika Sang Rasul SAW wafat? siapakah Sang Khalifah pengganti Beliau SAW? Atau justru kekhalifahan itu sendiri menjadi tidak penting. Pembicaraan ini bisa sangat panjang dan bagi sebagian orang akan sangat menjemukan. Dengan asumsi bahwa kekhalifahan akan terus ada maka Sang khalifah setelah Rasulullah SAW bisa berupa

  • Khalifah yang ditunjuk oleh Rasulullah SAW
  • Khalifah yang diangkat oleh Umat Islam

Kedua Premis di atas masih mungkin terjadi dan tulisan ini belum akan membahas secara rasional premis mana yang benar atau lebih benar. Tulisan kali ini hanya akan menunjukkan adanya suatu riwayat dimana Sang Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa Ahlul Bait adalah Khalifah bagi Umat Islam. Bagaimana sikap orang terhadap riwayat ini maka itu jelas bukan urusan penulis :mrgreen:

Dari Zaid bin Tsabit RA yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian dua Khalifah yaitu Kitab Allah yang merupakan Tali yang terbentang antara bumi dan langit, serta KeturunanKu Ahlul BaitKu. Keduanya tidak akan berpisah sampai menemuiKu di Telaga Surga Al Haudh. (Hadis Ini diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dalam Musnad Ahmad jilid 5 hal 182, Syaikh Syuaib Al Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad menyatakan bahwa hadis ini shahih. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir jilid 5 hal 154, Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid jilid 1 hal 170 berkata “para perawi hadis ini tsiqah”. Hadis ini juga disebutkan oleh As Suyuthi dalam Jami’ Ash Shaghir hadis no 2631 dan beliau menyatakan hadis tersebut Shahih.)

Hadis di atas adalah Hadis Tsaqalain dengan matan yang khusus menggunakan kata Khalifah. Hadis ini adalah hadis yang Shahih sanadnya dan dengan jelas menyatakan bahwa Al Ithrah Ahlul Bait Nabi SAW adalah Khalifah bagi Umat islam. Oleh karena itu Premis bahwa Sang Khalifah setelah Rasulullah SAW itu ditunjuk dan diangkat oleh Rasulullah SAW adalah sangat beralasan :mrgreen:

Salam Damai

Catatan : Sengaja Metode Penulisan Agak sedikit berbeda, sesuai dengan kebutuhan ;) .Siap-siap menunggu hujatan :mrgreen:

.

******************************************************************************

UNTUK BERKOMENTAR DAN BERDIALOG DENGAN PENULIS SILAHKAN -KLIK DISINI-

*******************************************************************************


________________________________________________________________________________

.

BEBERAPA DIALOG PENULIS DENGAN PEMBACA

.

Snowie, on Juni 10, 2008 at 3:55 pmsaid:

:: SP

*baca kutipan hadist*

Mas, kalo menurut saya kata ‘khalifah’ itu maksudnya adalah tuntunan khan? karena sejajar dengan kata “kitab Allah.”
Or, in other words ‘khalifah’ means ‘hadist’…

~~~*~~~

:: truthseeker

Muncul dlm benak saya pertanyaan yg selalu mengusik: “mungkinkah islam yg besar & sempurna ini tdk memiliki pemimpin dan metoda kepemimpinan & pemilihannya?”

Saya nggak pernah dengar tentang harus ada satu pemimpin yang menguasai tentang kehidupan beragama umat islam itu sendiri untuk cakupan seluruh umat Islam/Muslim.

IMHO, Metoda dalam pemilihan pemimpin ada di sebutkan dalam Al-quran (gak ingat surat dan ayat berapanya :| ). Tapi pemimpin disitu, sepertinya adalah pemimpin seperti pemimpin negara, wilayah, sampai ke organisasi terkecil sekalipun. namun TIDAK dengan ‘kepemimpinan oleh satu orang’ yang mengatur tentang kehidupan spiritual para umatnya, setelah para Rasul wafat.

… raja tsb tdk lg sebagaimana 4 khalifah… mengatur/menguasai kehidupan spiritual umat islam… yg ada tertinggal apakah pemimpin yg beragama islam ataukah pemimpin negara islam, yg artinya tdk lg menguasai umat islam dr sisi kehidupan beragamanya. Artinya kehidupan institusi islam sdh jauh bergeser dr yg dicontohkan Rasulullah.

Kalo seandainya ada seorang yang di tunjuk sebagai pemimpin umat dari sisi agama, ini akan sangat rentan. Bisa-bisa orang itu jadi nabi baru. Sementara Jadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Apalagi kalo HARUS memimpin seluruh umat islam dari sisi agama di dunia dalam satu ‘kepemimpinan’.

Lagian, Rasulullah kan sudah meninggalkan Al-Quran dan Hadist. Serta manusia diciptakan dengan akal guna mencari kebenaran yang sesungguhnya. masalah akhirnya malah terjadi perbedaan, itu masalah keyakinan masing-masing terhadap apa yang di ketahuinya.

Seperti yang dijelaskan Mas SP, ada logika-logika yang dipakai dalam menentukan mana yang benar. Seandainya logika kita salah karena keterbatasan ‘ilmu’ maka bertawakal adalah jalan keluarnya.

Jika kita semua setuju bhw Allah & Rasul-Nya pasti telah menentukan pemimpin2 islam atau metoda pemilihan kepemimpinan tsb, bukankah akan kita temukan di Al-Qur’an ataupun hadits?.

yang saya tahu, dalam memilih pemimpin mestilah yang seagama (islam), amanah (tidak munafik)… CMIIW

~~~~~

:: aburahat

Siapa yg akan menjaga atau mengawasi umat ini agar jgn sesat,…

Masalah menjaga diri agar tidak sesat, itu IMHO adalah kekuasaan pribadi. Tidak ada kewajiban seorangpun untuk mencegah seseorang diluar dirinya agar tidak sesat. Setidaknya hanya bisa menasehati dan memberikan ‘tuntunan,’ Tapi keputusan akhir tetap jatuh pada diri orang itu masing-masing.

karena, diakhirat nanti setiap orang akan mempertanggung jawabkan amal perbuatannya masing-masing.

BTW, rasulullah kan pernah bersabda, yang intinya menyatakan ” bahwa tidak akan sesat umat yang tetap berpegang teguh pada Al-qur’an dan hadist…”

…siapa yg menjaga Alqur’an ini supaya tetap murni.

Allah! dengan cara Nya sendiri.

“`

BTW, truthseeker & aburahat, salam kenal… ^^

*******************

secondprince, on Juni 11, 2008 at 6:41 pmsaid:

@Snowie

gt;Mas, kalo menurut saya kata ‘khalifah’ itu maksudnya adalah tuntunan khan? karena sejajar dengan kata “kitab Allah.”

Bisa kok, penafsiran itu masih mungkin

Or, in other words ‘khalifah’ means ‘hadist’…

Sayangnya hadis dengan kata-kata hadis itu dhaif

Saya nggak pernah dengar tentang harus ada satu pemimpin yang menguasai tentang kehidupan beragama umat islam itu sendiri untuk cakupan seluruh umat Islam/Muslim.

Saya pernah dengar kok, yaitu pada saat Rasulullah SAW masih hidup beliau adalah pemimpin bagi seluruh Umat Islam :) (bahkan sampai saat sekarang ketika beliau telah wafat)

Kalo seandainya ada seorang yang di tunjuk sebagai pemimpin umat dari sisi agama, ini akan sangat rentan. Bisa-bisa orang itu jadi nabi baru. Sementara Jadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Apalagi kalo HARUS memimpin seluruh umat islam dari sisi agama di dunia dalam satu ‘kepemimpinan’.

Saya rasa justru kalau Rasulullah SAW sendiri yang menetapkan berdasarkan ketentuan Allah SWT maka sudah pasti kepemimpinan itu adalah benar dan tidak sesat seperti para Nabi palsu :mrgreen:

Lagian, Rasulullah kan sudah meninggalkan Al-Quran dan Hadist. Serta manusia diciptakan dengan akal guna mencari kebenaran yang sesungguhnya. masalah akhirnya malah terjadi perbedaan, itu masalah keyakinan masing-masing terhadap apa yang di ketahuinya

Benar Mbak dan walaupun begitu tidak setiap apa yang diapahami oleh manusia itu adalah benar berdasarkan kebenaran yang telah digariskan oleh Allah SWT. Yang penting kita menghargai pandangan masing-masing

Seperti yang dijelaskan Mas SP, ada logika-logika yang dipakai dalam menentukan mana yang benar. Seandainya logika kita salah karena keterbatasan ‘ilmu’ maka bertawakal adalah jalan keluarnya.

Perlu ditambahkan Mbak, mungkin yang lebih tepat adalah jika logika yang dipakai terbukti salah karena keterbatasan ilmu maka lebih baik kita mencari ilmu lebih banyak untuk mendapatkan logika yang benar. Bertawakal bukanlah jalan keluar itu sendiri tetapi suatu sikap hidup yang sebaiknya dijalani untuk mencari jalan keluar yang lebih baik :)

Masalah menjaga diri agar tidak sesat, itu IMHO adalah kekuasaan pribadi. Tidak ada kewajiban seorangpun untuk mencegah seseorang diluar dirinya agar tidak sesat. Setidaknya hanya bisa menasehati dan memberikan ‘tuntunan,’ Tapi keputusan akhir tetap jatuh pada diri orang itu masing-masing.

Benar kok Mbak, tapi mungkin yang dimaksud Mas Abu Rahat itu adalah diperlukannya orang yang menjadi panutan hidup yang dapat senantiasa menjadi panduan bagi umat Islam.

BTW, rasulullah kan pernah bersabda, yang intinya menyatakan ” bahwa tidak akan sesat umat yang tetap berpegang teguh pada Al-qur’an dan hadist…”

Sebenarnya saya percaya kok kalau Al Quran dan Hadis adalah pedoman Umat Islam .Hanya saja hadis Shahih dalam masalah ini adalah Rasulullah SAW meninggalkan Al Quran dan Ahlul Bait agar menjadi pedoman Umat Islam biar tidak tersesat. Hadis yang Mbak maksud itu pernah saya bahas dan hadis tersebut dhaif :)
Salam

****************

Muhibbin, on Juni 12, 2008 at 7:01 amsaid:

Logika sederhana sajah,

Sayyidina Hasan r.a saja merelakan tahta kempemimpinannya kepada orang lain demi kemashlahatan Ummat. Kok malah pengikut syiah berani2nya mengatakan bahwa tahta khilafah hanya milik ahlul bayt ???

tahqiyah kah ? Atau masih kepengaruh budaya persia majusi kah ?
Atau malah menyimpulkan keputusan Sayyidina Hassan r.a salah ???

****************

secondprince, on Juni 12, 2008 at 3:54 pmsaid:

@Muhibbin

Kok malah pengikut syiah berani2nya mengatakan bahwa tahta khilafah hanya milik ahlul bayt ???

Kalau menurut saya, logika yang sederhana itu adalah hadis di atas. Rasulullah SAW sendiri yang bilang Ahlul Bait adalah khalifah umat Islam :)

tahqiyah kah ? Atau masih kepengaruh budaya persia majusi kah ?
Atau malah menyimpulkan keputusan Sayyidina Hassan r.a salah ???

Wah saya kurang tahu ya kalau masalah bagaimana sebenarnya saudara kita yang Syiah itu. Tapi saya yakin mereka selalu memuliakan Ahlul Bait termasuk Imam Hasan AS. Dan bagi saya Imam Hasan AS selalu benar :)
Salam

***************

Muhibbin, on Juni 13, 2008 at 12:27 am said:

@2ndprince dan almirza,
Saya disini tidak hanya sekedar bicara atas dasar keilmuan saya semata, namun saya juga meminta pencerahan dari beberapa Ustadz saya, termasuk habib Saya sendiri yang sangat Saya cintai. Asal antum semua mengerti, tulisan2 diatas sudah saya print, dan saya tunjukan kepada ustadz2 saya. Mereka semua sampe geleng2 kepala membacanya, karena lucu melihat kesimpulan dan kepahaman ilmu dari si penulis. taqiyahnya terlalu jelas untuk diketahui oleh khalayak ramai.
Mengenai hadits diatas, ada kecacatan dan kelemahan baik pada bunyi maupun redaksinya.

Semoga kamu semua masih bisa mendapat hidayah ALLAH SWT, sebelum Izrail as datang menjemput ^_^

*********************

secondprince, on Juni 13, 2008 at 4:12 pmsaid:

Saya disini tidak hanya sekedar bicara atas dasar keilmuan saya semata, namun saya juga meminta pencerahan dari beberapa Ustadz saya, termasuk habib Saya sendiri yang sangat Saya cintai.

Silakan, tentu belajar itu baik sekali

Asal antum semua mengerti, tulisan2 diatas sudah saya print, dan saya tunjukan kepada ustadz2 saya.

Silakan, silakan saya meras tersanjung

Mereka semua sampe geleng2 kepala membacanya, karena lucu melihat kesimpulan dan kepahaman ilmu dari si penulis.

Kalau menurut saya, itu berarti Habib Mas punya pemahaman yang berbeda, silakan ditampilkan :)
begitu lebih baik bukan. Saya rasa tidak lucu kalau saya menampilkan hadis shahih dan memahaminya sesuai dengan bahasa yang jelas. Yang sedikit lucu menurut saya adalah mereka yang merendahkan tulisan orang lain dengan Argumentum Ad Verecundiam

taqiyahnya terlalu jelas untuk diketahui oleh khalayak ramai.

Maaf Mas anda keliru kali, saya kan nggak pernah taqiyyah :)

Mengenai hadits diatas, ada kecacatan dan kelemahan baik pada bunyi maupun redaksinya.

Apa ini pandangan Mas atau Habib Mas? kalau begitu sangat disayangkan. Hadis tersebut adalah hadis shahih, Al Haitsami, As Suyuthi dan Syaikh Al Arnauth telah menshahihkannya bahkan syaikh Al Albani juga menshahihkan hadis tersebut. Apa Mas atau Habib Mas merasa lebih pintar dari mereka? boleh saja, asalkan disertai dengan bukti dimana cacat dan lemahnya. Kalau cuma sekedar prasangka maka sangat tidak layak Mas. Jangan mendustakan hadis walaupun berbeda dengan keyakinan anda tapi ya semua terserah anda :)
saya tunggu dimana letak kelemahan dan cacatnya hadis di atas, atau jika tidak maka semua komentar ini akan menjadi lucu sekali
Salam

Semoga kamu semua masih bisa mendapat hidayah ALLAH SWT, sebelum Izrail as datang menjemput ^_^

Sekali lagi terimakasih banyak :)

**********************

Muhibbin, on Juni 13, 2008 at 4:04 pmsaid:

@abuharat.. ooppz… maksud Ane aburahat,
lucu sekali mendengar komen ente barusan. Seakan-akan ente merasa ilmu ente udah lebih tinggi dari para ulama yang lain. Ane memberikan komen berdasarkan keilmuan Ane dan Ane bicarakan dulu dengan ulama yang lebih mengerti, jadi biar tidak salah kalam. Apakah ente mau meniru iblis, yang merasa paling pintar ?
Tolong ente baca lagi komen2 Ane sebelumnya, sebelum ente memberikan komen yang tidak ada isinya ^_^
Kalo mau taqiyah, yang profesional donq, jangan amatiran kayak gitu ^_^

@armand,
Sukron bwat komennya. Owkeh, kayaknya komen kamu yang paling bagus dan paling sopan untuk ditanggapin.
Saya akan membahas sedikit demi sedikit. Tolong pahami baik2, Saya rasa cukup mudah untuk dimengerti. Jadi ngga usah muter2 lagi bwat selanjutnya ^_^

Siapakah yang mengatakan atau berprasangka buruk thd Imam Hasan as? Bukankah mas yang menyatakannya? Saya tidak habis pikir, bagaimana mas bisa berkesimpulan seperti prasangkaan mas? Apakah akal mas sudah difungsikan?
Mas, membela kehormatan keluarga dibanding melindungi harta adalah sebuah keniscayaan. Bagaimana bisa dibilang pengecut? Mengapa hal sepele seperti ini tidak dapat dimengerti oleh mas?

Coba kamu perhatikan analogi kamu sebelumnya. Jikalau seseorang yang mau dirampok itu, telah dititipkan amanah untuk menjaga hartanya walau apapun taruhanannya. Apakah kamu mengira dia akan menyerah begitu saja, apabila ada perampok yang mau merampoknya ???
Jikalau, kita kaitkan analogi anda ke masalah Imam Hassan r.a , Apakah anda mengira Sayyidina Hassan r.a akan menyerahkan tampuk khalifah begitu saja, hanya karena ancaman pedang ataupun kehilangan keluarga? Pati beliau r.a akan melawan apapun resikonya, jika memang ada perintah langsung dari ALLAH dan RasulNYA bahwa amirul mukminin hanya boleh dipegang oleh ahlul bayt Rasul.
Namun kita baca sejarah, apakah Imam Hassan r.a melakukan perlawanan? Tidak kan. Beliau menyerahkan, karena memang tidak ada sabda Rasul yang menyatakan tampuk amirul mukminin harus dipegang oleh ahlul bayt. Imam Hassan diangkat menjadi khalifah, ketika itu karena hanya keputusan sidang para sahabat dan kesepakatan kaum Muslim sepeninggal ayahanda beliau. Ketika dilihat, bahwa kaum Muslim ingin khalifah yang lain, Beliau r.a menyerahkannya demi kemashlahatan ummat.

Saya rasa, analogi tersebut mudah untuk dipahami. Tidaklah mungkin Sayyidina Hassan berani melawan perintah ALLAH dan RasulNYA, jikalau memang tampuk khalifah harus dipegang oleh ahlul bayt.
Semoga kamu bisa mengerti, dan terlindung dari fitnah syiah yang sesat ^_^

***********************

secondprince, on Juni 13, 2008 at 5:26 pmsaid:

@Muhibbin

Coba kamu perhatikan analogi kamu sebelumnya. Jikalau seseorang yang mau dirampok itu, telah dititipkan amanah untuk menjaga hartanya walau apapun taruhanannya. Apakah kamu mengira dia akan menyerah begitu saja, apabila ada perampok yang mau merampoknya

Mungkin saja yang menitipkan amanah itu berpesan agar tetap lebih mengutamakan keselamatan keluarga dibanding apa yang dititipkan

Jikalau, kita kaitkan analogi anda ke masalah Imam Hassan r.a , Apakah anda mengira Sayyidina Hassan r.a akan menyerahkan tampuk khalifah begitu saja, hanya karena ancaman pedang ataupun kehilangan keluarga? Pati beliau r.a akan melawan apapun resikonya, jika memang ada perintah langsung dari ALLAH dan RasulNYA bahwa amirul mukminin hanya boleh dipegang oleh ahlul bayt Rasul.
Namun kita baca sejarah, apakah Imam Hassan r.a melakukan perlawanan? Tidak kan.

Sejarah dari mana Mas, sudah jelas Imam Hasan melakukan perlawanan, coba baca Kitab Tarikh Ath Thabari

Beliau menyerahkan, karena memang tidak ada sabda Rasul yang menyatakan tampuk amirul mukminin harus dipegang oleh ahlul bayt.

Buktinya adatuh hadisnya shahih lagi, silakan dibaca lagi

Imam Hassan diangkat menjadi khalifah, ketika itu karena hanya keputusan sidang para sahabat dan kesepakatan kaum Muslim sepeninggal ayahanda beliau.

Dan Imam Hasan menerima karena beliau tahu kalau bliau memang berhak :)

Ketika dilihat, bahwa kaum Muslim ingin khalifah yang lain, Beliau r.a menyerahkannya demi kemashlahatan ummat.

Keliru Mas, Imam Hasan menyerahkan kekhalifahan untuk menghindarkan pertumpahan darah yang sia-sia bukan karenna beliau melihat kaum Musliam ingin khalifah yang lain. lagipula lucu sekali kan mereka yang berusaha memerangi Imam Hasan padahal beliau adalah kahlifah yang sah. Lucu sekali mas ini sekarang bilang kaum Muslim ingin khalifah yang lain padahal sebelumnya Mas bilang Imam Hassan diangkat menjadi khalifah, ketika itu karena hanya keputusan sidang para sahabat dan kesepakatan kaum Muslim sepeninggal ayahanda beliau.

Saya rasa, analogi tersebut mudah untuk dipahami. Tidaklah mungkin Sayyidina Hassan berani melawan perintah ALLAH dan RasulNYA, jikalau memang tampuk khalifah harus dipegang oleh ahlul bayt.

Bukannya semua tindakan Imam Hasan adalah berdasarkan ketentuan Allah dan RasulNya, oleh karena itu tidak ada masalah kok. beliau tetaplah khalifah Umat Islam sebagai sumber pedoman Umat karena Allah dan RasulNya yang menetapkan. Sedangkan yang beliau serahkan adalah urusan pemerintahan di mata manusia, yang dapat diserahkan atas pertimbangan menjaga darah umat Islam
Maaf saya tanggapi tuh komen buat Mas Armand, sekalian :mrgreen:

***********************

Diskusi lengkapnya LIHAT DISINI

******************************************************************************

UNTUK BERKOMENTAR DAN BERDIALOG DENGAN PENULIS SILAHKAN -KLIK DISINI-

*******************************************************************************

%d blogger menyukai ini: