Tinjauan Tafsir Al Hujurat Ayat 9 dan Hadis Imam Hasan Mendamaikan Kaum Muslimin

Tinjauan Tafsir Al Hujurat Ayat 9 dan Hadis Imam Hasan Mendamaikan Kaum Muslimin

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar

Ada hadis shahih yang sering digunakan kaum salafy nashibi untuk membela Muawiyah dan pengikutnya yaitu hadis Imam Hasan adalah Sayyid yang akan mendamaikan dua kelompok besar kaum muslimin.

حَدَّثَنَا صَدَقَةُ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى عَنْ الْحَسَنِ سَمِعَ أَبَا بَكْرَةَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَالْحَسَنُ إِلَى جَنْبِهِ يَنْظُرُ إِلَى النَّاسِ مَرَّةً وَإِلَيْهِ مَرَّةً وَيَقُولُ ابْنِي هَذَا سَيِّدٌ وَلَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يُصْلِحَ بِهِ بَيْنَ فِئَتَيْنِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ

Telah menceritakan kepada kami Shadaqah yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Uyainah yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Musa dari Al Hasan yang mendengar Abu Bakrah berkata aku mendengar Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] di atas mimbar dan ketika itu Hasan berada di sisinya, terkadang Beliau melihat kearah orang-orang dan terkadang melihat ke arahnya [Hasan] dan Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] bersabda “Sesungguhnya anakku ini adalah Sayyid [pemimpin] dan dengan perantaraannya Allah akan mendamaikan dua kelompok besar kaum muslimin” [Shahih Bukhari 5/26 no 3746]

Kami pernah berdiskusi dengan salah seorang salafy nashibi dan ia menyatakan dengan hadis ini sebagai bukti bahwa Muawiyah adalah muslim dan tidak kafir karena tindakannya yang memerangi Imam Ali. Sebenarnya kami pribadi tidak pernah menyatakan Muawiyah kafir karena perperangannya dengan Imam Ali, kami katakan Muawiyah dalam kesesatan karena perperangannya dengan Imam Ali [sebagaimana dinyatakan dalam hadis shahih]

Muawiyah adalah orang yang memiliki kemunafikan di dalam hatinya. Ia memerangi Imam Ali dengan alasan yang dicari-cari dan dengan alasan ini pula ia berusaha menghasut kaum muslimin di syam agar membantunya memerangi Imam Ali. Selain itu ia juga mencaci Imam Ali sampai-sampai Imam Hasan ketika berdamai dengannya menjadikan “tidak mencaci imam Ali” sebagai salah satu syarat perdamaian. Telah disepakati dalam hadis shahih bahwa tidaklah mencintai Imam Ali kecuali mukmin dan tidaklah membenci Imam Ali kecuali munafik.

Pada dasarnya seorang munafik mengaku bahwa dirinya seorang muslim sehingga orang-orang melihatnya masuk dalam kelompok kaum muslimin. Hadis Imam Hasan di atas mengandung lafaz “dua kelompok besar kaum muslimin”. Kelompok adalah kumpulan dari banyak orang. Jika orang-orang yang mengaku dirinya muslim berkumpul maka kumpulan tersebut bisa dibilang kelompok kaum muslimin. Dalam kelompok ini bisa jadi hakikat semua orangnya muslim atau bisa jadi sebagian besar muslim dan sebagian kecil mengaku muslim padahal sebenarnya munafik. Jadi lafaz “kelompok besar kaum muslimin” tidak menafikan ada sebagian kecil munafik yang masuk di dalamnya.

Salafy nashibi sebenarnya mengalami tanaqudh dalam pembelaan mereka terhadap Muawiyah. Hadis di atas menyebutkan ada dua kelompok besar kaum Muslimin yaitu

  1. Kelompok pengikut Imam Ali yang saat itu dipimpin Imam Hasan
  2. Kelompok pengikut Muawiyah yang saat itu dipimpin Muawiyah.

Nashibi menolak kalau Muawiyah munafik dengan alasan hadis Imam Hasan di atas tetapi nashibi gampang saja berkata bahwa yang membunuh Utsman adalah kaum munafik yang ada di pasukan Imam Ali. Padahal dengan hadis Imam Hasan di atas maka salafy nashibi harus mengakui bahwa para pembunuh Utsman termasuk kelompok kaum muslimin.

Inti dari tulisan ini adalah lafaz “kelompok besar kaum muslimin” tidaklah menafikan bahwa dalam kelompok tersebut terdapat sebagian kecil orang munafik. Buktinya dapat dilihat dari asbabun nuzul Al Hujurat ayat 9

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي أَنَّ أَنَسًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قِيلَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَتَيْتَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أُبَيٍّ فَانْطَلَقَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَكِبَ حِمَارًا فَانْطَلَقَ الْمُسْلِمُونَ يَمْشُونَ مَعَهُ وَهِيَ أَرْضٌ سَبِخَةٌ فَلَمَّا أَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِلَيْكَ عَنِّي وَاللَّهِ لَقَدْ آذَانِي نَتْنُ حِمَارِكَ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ مِنْهُمْ وَاللَّهِ لَحِمَارُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَطْيَبُ رِيحًا مِنْكَ فَغَضِبَ لِعَبْدِ اللَّهِ رَجُلٌ مِنْ قَوْمِهِ فَشَتَمَهُ فَغَضِبَ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا أَصْحَابُهُ فَكَانَ بَيْنَهُمَا ضَرْبٌ بِالْجَرِيدِ وَالْأَيْدِي وَالنِّعَالِ فَبَلَغَنَا أَنَّهَا أُنْزِلَتْ {وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا}

Telah menceritakan kepada kami Musaddad yang berkata telah menceritakan kepada kami Mu’tamar yang berkata aku mendengar ayahku yang berkata bahwa Anas radiallahu ‘anhu berkata dikatakan kepada Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] seandainya anda menemui Abdullah bin Ubay maka Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] berangkat dengan menaiki keledai sedangkan kaum muslimin berjalan kaki di tanah yang tandus. Ketika Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] menemuinya, Abdullah bin Ubay berkata “menjauhlah dariku demi Allah bau keledaimu mengaggangguku”. Seseorang dari kaum Anshar dintara mereka berkata “demi Allah keledai Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] lebih harum darimu” maka orang dari kaumnya Abdullah marah dan mencacinya. Kemudian setiap orang dari kedua kelompok menjadi marah. Dan diantara mereka terjadi saling pukul dengan pelepah kurma, tangan dan sandal kemudian sampai kepada kami bahwa turun ayat “jika dua kelompok kaum mukminin berperang maka damaikanlah antara keduanya” [Shahih Bukhari 3/183 no 2691]

Asbabun nuzul Al Hujurat ayat 9 di atas terkait dengan dua kelompok yang saling berselisih sehingga terjadi saling pukul diantara mereka.

  1. Kelompok pertama adalah kelompok yang membela Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] diantaranya salah seorang dari kaum Anshar dan sahabatnya.
  2. Kelompok kedua adalah yang membela Abdullah bin Ubay. Kelompok ini termasuk di dalamnya Abdullah bin Ubay berserta sahabat-sahabatnya.

Kedua kelompok ini tetap disebut Allah SWT dengan “kaum mukminin” padahal pada kelompok kedua terdapat Abdullah bin Ubay dan para sahabatnya yang masyhur dikenal sebagai munafik. Apakah kaum munafik ini yang disebut “kaum mukminin”?. Jelas tidak, maka yang dapat dipahami dari lafaz tersebut adalah diantara mereka yang membela Abdullah bin Ubay terdapat kaum mukminin yang terpengaruh oleh Abdullah bin Ubay dan para sahabatnya yang munafik.

Ayat ini membuktikan bahwa jika dalam suatu kelompok terdapat orang-orang mukmin dan sebagian kecil orang munafik maka kelompok tersebut masih disebut sebagai kelompok kaum mukminin. Dari sini dapat diterima bahwa walaupun di dalam kelompok Muawiyah terdapat orang yang munafik maka itu tidak bertentangan dengan hadis Imam Hasan di atas. Salam Damai

______________________________________________________________

BEBERAPA DIALOG PENULIS DENGAN PEMBACA

Karim, on Oktober 3, 2011 at 5:38 pmsaid:

Ulasan SP berkenaan dengan asbab ayat 9 memang sesuai dengan logik

Namun itu tidak sama dengan kasus pendamaian Hasan r.a dan Muawiya r.a

Muawiya r.a tidak memerangi Ali r.a melainkan Ali r.a yang memerangi beliau dahulu. Adapun dia mencela Ali r.a kerana kegeramannnya atas salah ijitihadnya yakni menuntut Ali r.a mencari pembunuh Uthman r.a sedangkan Ali r.a tidak mampu

Bahkan Muawiya r.a sendiri meyesali perbuatannya dihadapan Abu Darda r.a dan menangisi kematian Ali r.a

Selain itu, logik SP tidak tepat untuk tentera Muawiya r.a kerana Ali r.a sendiri mengakui bahawa mereka yang memerangi beliau adalah muslim dan bukan munafik

al-Baihaqi menyebutkan

أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللهِ الْحَسَنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ السَّدِيرِيُّ، بخُسْرَوْجِرْدَ , أَنْبَأَ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحُسَيْنِ الْخُسْرَوْجِرْدِيُّ، ثَنَا دَاوُدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْبَيْهَقِيُّ، ثَنَا حُمَيْدُ بْنُ زَنْجُوَيْهِ، ثَنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ، ثَنَا مِسْعَرٌ، عَنْ عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ، عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ، قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: مَنْ يَتَعَرَّفُ الْبُغَاةَ يَوْمَ قُتِلَ الْمُشْرِكُونَ؟ يَعْنِي أَهْلَ النَّهْرَوَانِ، فَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ: ” مِنَ الشِّرْكِ فَرُّوا، قَالَ: فَالْمُنَافِقُونَ؟ قَالَ: الْمُنَافِقُونَ لَا يَذْكُرُونَ اللهَ إِلَّا قَلِيلًا، قَالَ: فَمَا هُمْ؟ قَالَ: قَوْمٌ بَغَوْا عَلَيْنَا فَنُصِرْنَا عَلَيْهِمْ

Bahkan dalam kitab syiah, Wasail Shia, 15/83 , Qurbul Asnad ms. 45, Majlisi dalam “Biharal anwar” 32/324 menyebutkan Ali r.a tidak memanggil mereka dengan munafik

عن جعفر الصادق عن أبیه علیهما السلام أن علیا علیه السلام لم یكن ینسب أحداً من أهل حربة إلى الشرك ولا إلى النفاق، ولكنه كان یقول: هم إخواننا بغوا علینا

Mereka hanyalah puak yang melampau

*********************

secondprince, on Oktober 6, 2011 at 11:17 amsaid:

@ Karim

Ulasan SP berkenaan dengan asbab ayat 9 memang sesuai dengan logik
Namun itu tidak sama dengan kasus pendamaian Hasan r.a dan Muawiya r.a

Maaf Mas kasusnya ya memang jelas berbeda. Yang saya jadikan hujjah adalah soal penggunaan lafaz “muslimin” atau “mukminin” pada kelompok tertentu tidaklah harus diartikan semua kelompoknya. Jika ada sedikit diantaranya yang munafik maka penggunaan lafaz tersebut masih mungkin

Muawiya r.a tidak memerangi Ali r.a melainkan Ali r.a yang memerangi beliau dahulu. Adapun dia mencela Ali r.a kerana kegeramannnya atas salah ijitihadnya yakni menuntut Ali r.a mencari pembunuh Uthman r.a sedangkan Ali r.a tidak mampu

Kalau anda berkata begitu saya tanya, apa alasannya Imam Ali memerangi Muawiyah?. Apapun alasannya mencela Imam Ali jelas bukan perkara ringan karena hadis shahih telah menyebutkan mencela Imam Ali berarti sama dengan mencela Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Intinya siapapun yang mencela Imam Ali maka ialah yang keliru

Bahkan Muawiya r.a sendiri meyesali perbuatannya dihadapan Abu Darda r.a dan menangisi kematian Ali r.a

Silakan ditampilkan riwayat shahihnya, yah biar saya bisa belajar juga kan

Selain itu, logik SP tidak tepat untuk tentera Muawiya r.a kerana Ali r.a sendiri mengakui bahawa mereka yang memerangi beliau adalah muslim dan bukan munafik

Lha kalau begitu anda masih belum paham tulisan di atas. Mana ada pula saya mengatakan semua yang memerangi Imam Ali dalam perang shiffin adalah munafik. Tetapi kalau ada yang munafik diantara mereka maka itu sangat mungkin sekali. Jika Imam Ali menyebut kelompok yang memerangi Beliau di perang shiffin adalah muslim maka itu tidak menafikan bahwa ada diantara mereka yang munafik. Logikanya sama persis dengan tulisan saya di atas.

al-Baihaqi menyebutkan

أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللهِ الْحَسَنُ بْنُ عَبْدِ اللهِ السَّدِيرِيُّ، بخُسْرَوْجِرْدَ , أَنْبَأَ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحُسَيْنِ الْخُسْرَوْجِرْدِيُّ، ثَنَا دَاوُدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْبَيْهَقِيُّ، ثَنَا حُمَيْدُ بْنُ زَنْجُوَيْهِ، ثَنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ، ثَنَا مِسْعَرٌ، عَنْ عَامِرِ بْنِ شَقِيقٍ، عَنْ شَقِيقِ بْنِ سَلَمَةَ، قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: مَنْ يَتَعَرَّفُ الْبُغَاةَ يَوْمَ قُتِلَ الْمُشْرِكُونَ؟ يَعْنِي أَهْلَ النَّهْرَوَانِ، فَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ: ” مِنَ الشِّرْكِ فَرُّوا، قَالَ: فَالْمُنَافِقُونَ؟ قَالَ: الْمُنَافِقُونَ لَا يَذْكُرُونَ اللهَ إِلَّا قَلِيلًا، قَالَ: فَمَا هُمْ؟ قَالَ: قَوْمٌ بَغَوْا عَلَيْنَا فَنُصِرْنَا عَلَيْهِمْ

Bahkan dalam kitab syiah, Wasail Shia, 15/83 , Qurbul Asnad ms. 45, Majlisi dalam “Biharal anwar” 32/324 menyebutkan Ali r.a tidak memanggil mereka dengan munafik

Maaf atsar yang anda bawa bicara soal ahlu nahrawan bukan ahlu shiffin, aneh saja kalau anda menjadikan perkataan ini sebagai pembelaan bagi Muawiyah.

*********************

Anti-shia, on Oktober 3, 2011 at 5:41 pmsaid:

Telah dibincangkan disini

http://islamic-forum.net/index.php?s=7fb49f8a757f21131be0c48aea289275&showtopic=15409

**************************

@Anti-shia

maaf saya sudah baca link anda. Anehny saya tidak melihat kalau mereka disana mengerti dengan maksud dan hujjah saya. Justru mereka malah berhujjah dengan gaya yang sama. Lihat saja si Efendi itu ia berkata

3) Second hadith with Hasan refutes claims of rafidah. Because if verse was revealed about two groups, one of them contain munafigs, hadith of Hasan and his treaty, clearly shows us that this reason of revelation has nothing to do with this case, because sadiqul Masduq named them both as Muslims.

Apa si Efendi itu tidak bisa baca dalam Al Hujurat ayat 9 Allah SWT menyebut kedua kelompok tersebut sebagai kaum mukminin dan faktanya dalam salah satu kelompok terdapat Abdullah bin Ubay dan sahabatnya yang munafik. Jadi walaupun hadis tersebut menyebutkan kedua kelompok sebagai Muslim itu tidak menafikan kalau Muawiyah bisa saja seorang munafik.

Sebenarnya dalam link yang anda tampilkan si penanya sendiri perlu diluruskan [yaitu orang yang menyebut dirinya “ahlus sunnah”], penulis artikel di atas tidak sedang menyatakan bahwa kelompok Muawiyah semuanya munafik. intinya adalah hadis perdamaian Imam Hasan tidak bisa dijadikan hujjah sebagai bukti keutamaan Muawiyah. Misalnya dulu saya pernah diskusi dengan seorang nashibi yang menolak hadis Muawiyah mati bukan dalam agama islam, ia berhujjah dengan hadis ini bahwa Muawiyah termasuk kelompok kaum muslimin. Hujjahnya dengan hadis perdamaian Imam Hasan adalah bathil karena penyebutan suatu kelompok sebagai muslimin atau mukminin tidklah menafikan bahwa ada sebagian kecil diantara kelompok tersebut yang munafik

Keanehan lain dalam link yang anda tampilkan adalah, orang-orang yang membawakan riwayat Syiah untuk membantah apa yang saya tulis. Tentu saja ini lucu, itulah akibatnya kalau suka menuduh orang lain “Syiah”. Riwayat syiah tidak menjadi hujjah bagi kami karena kami sendiri bukan seorang Syiah

Perkara Muawiyah sudah banyak yang sudah kami tulis, silakan merujuk ke pembahasan dalam masing2 tulisan [lihat di daftar artikel]. Ada banyak artikel yang kami tulis tentang kedudukan Muawiyah. Saya tidak berkeberatan anda menampilkannya disana untuk ditanggapi, bahkan menurut saya itu bisa menjadi masukan siapa tahu ada komentar atau tanggapan yang memang bernilai

**************************

Dialog selanjutnya lihat DISINI

____________________________

ARTIKEL TERKAIT  MUAWIYAH DAN BANI UMAYAH

  1. Meluruskan Muawiyah -Inilah Petunjuk yg diberikan Muawiyah- Muawiyah 1
  2. Meluruskan Sikap Muawiyah Terhadap Hadis Nabi SAW -Petunjuk lain yang diberikan Muawiyah- Muawiyah 2
  3. Hadiah Buat Salafiyun : Inikah Bukti Muawiyah Pembawa Petunjuk Yang Memberikan Petunjuk? Muawiyah 3
  4. Kedudukan Hadis “Ya Allah Jadikanlah Muawiyah Seorang Yang Memberi Petunjuk” Muawiyah 4
  5. Sahabat Nabi Yang Menghina Ahlul Bait Muawiyah 5
  6. Muawiyah dan Mimbar Nabi Muawiyah 6
  7. Imam Hasan Dan Bani Umayyah Di Mimbar Nabi Muawiyah 7
  8. Kedudukan Hadis “Jika Kamu Melihat Mu’awiyah Di MimbarKu Maka Bunuhlah Ia” Muawiyah 8
  9. Pembahasan Matan Hadis “Jika Kamu Melihat Muawiyah Di MimbarKu Maka Bunuhlah Ia”.  Muawiyah 9
  10. Pembelaan Nashibi Terhadap Muawiyah : Studi Kritis Hadis Tentang Muawiyah -Tambahan tentang hadis “Jika kamu melihat Muawiyah di mimbarKu maka bunuhlah ia”-  Muawiyah 10
  11. Kedudukan Hadis “Ya Allah Ajarkanlah Muawiyah Al Kitab dan Al Hisab”  -Bantahan Untuk Salafy-  Muawiyah 11
  12. Hadis Penyimpangan Muawiyah Dalam Shahih Muslim Muawiyah 12
  13. Hadis Penyimpangan Muawiyah Dalam Sunan Abu Dawud Muawiyah 13
  14. Hadis Muawiyah Meminum Minuman Yang Haram  Muawiyah 14
  15. Hadis Muawiyah Meminum Minuman Yang Diharamkan : Membantah Syubhat Salafy Bantahan Untuk Salafy- Muawiyah 15
  16. Muawiyah Membunuh Sahabat Nabi Hujr bin Adi Muawiyah 16
  17. Sahabat Nabi Yang Membunuh Ammar bin Yaser RA Muawiyah 17
  18. Keutamaan Penulis Wahyu? Muawiyah 18
  19. Bantahan Atas “Sekelumit Tentang Keutamaan Muawiyah bin Abi Sufyan” (Ibnu Rahawaih: Tidak Shahih Satupun Dari Hadis Keutamaan Muawiyah)  Bantahan Untuk Blog “Haula Syiah” Muawiyah 19
  20. Shahih: Ishaq bin Rahawaih Mengakui Tidak Ada Satupun Hadis Shahih Keutamaan Muawiyah Muawiyah 20
  21. Semua Hadis Keutamaan Mu’awiyah Palsu ! Bantahan Atas Blog Haulasyiah Muawiyah 21
  22. Bantahan Atas -Haula Syiah-: Hadis: “Semoga Allah tidak Mengenyangkan Perutnya, Yakni Perut Muawiyah”. Adalah Doa Keburukan Nabi saw. Atas Mu’awiyah Muawiyah 22
  23.  Hadis Semoga Allah Tidak Mengenyangkan Perut Muawiyah -Meluruskan Distorsi dan Syubhat Salafy-   Muawiyah 23
  24. Doa Qunut Imam Ali Terhadap Muawiyah dan Amru bin Ash Beserta Pengikut Mereka Muawiyah 24
  25. Hadis Muawiyah bin Abu Sufyan Seorang Yang Dilaknat Allah SWT [Bagian 1]  Muawiyah 25
  26. Hadis Muawiyah Dilaknat Allah SWT [Bagian Kedua] Muawiyah 26
  27. Hadis Muawiyah Mati Tidak Dalam Agama Islam? Muawiyah 27
  28. Hadis Muawiyah Mati Tidak Dalam Agama Islam : Bantahan Terhadap Salafy Muawiyah 28
  29. Riwayat Muawiyah Mencela Imam Ali AS Adalah Shahih -Bantahan Untuk Salafy- Muawiyah 29
  30. Mu’awiyah Memberantas Hadis Keutamaan Imam Ali as. Muawiyah 30
  31. Muawiyah dan Pengikutnya Meninggalkan Sunnah Karena Kebencian Terhadap Imam Ali? Muawiyah 31
  32. Pandangan Imam ‘Aliy bin Abi Thalib Terhadap Perangnya Dengan Muawiyah   Muawiyah 32
  33. Hadis Nabi Memerangi Orang Yang Memerangi Ahlul Bait  Ahlul Bait & Muawiyah 33
  34. Rasulullah [Shallallahu ‘Alaihi Wasallam] Membenci Bani Umayyah Muawiyah 34
  35. Hadis Palsu Dalam Shahih Muslim : Keutamaan Abu Sufyan? Muawiyah 35
  36. Shahih : Muawiyah Menjual Berhala Muawiyah 36
  37. Muawiyah Pemimpin Yang Zalim : Pembaiatan Yazid Muawiyah 37
  38. Tinjauan Tafsir Al Hujurat Ayat 9 dan Hadis Imam Hasan Mendamaikan Kaum Muslimin Muawiyah 38

_______________________________________________________________________________

******************************************************************************

UNTUK BERKOMENTAR DAN BERDIALOG DENGAN PENULIS SILAHKAN -KLIK DISINI-

*******************************************************************************

%d blogger menyukai ini: