Muawiyah Pemimpin Yang Zalim : Pembaiatan Yazid

Muawiyah Pemimpin Yang Zalim : Pembaiatan Yazid

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar

Siapa yang tidak kenal Yazid bin Muawiyah?. Uraian prestasinya [baca : aib] bisa terukir dalam berpuluh-puluh lembar. Yazid orang yang merusak ketentraman Madinah, Yazid biang keladi pembantaian Ahlul Bait di karbala, Yazid peminum khamar, Yazid seorang nashibi dan Yazid yang dikatakan oleh sebagian ulama dengan predikat laknatullah. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, begitulah kata pepatah, begitu anaknya begitu pula ayahnya Muawiyah bin Abi Sufyan.

Semua kezaliman pemerintahan Yazid berawal dari Muawiyah. Muawiyah adalah orang yang menjadikan manusia semacam Yazid sebagai khalifah bagi umat islam saat itu. Muawiyah menghalalkan segala cara agar Yazid bisa menjadi khalifah dan dibaiat oleh kaum muslim, bahkan dengan cara paksaan dan ancaman bunuh.

وحدثنا وهب قال حدثني أبي عن أيوب عن نافع قال خطب معاوية فذكر ابن عمر فقال والله ليبايعن أو لأقتلنه فخرج عبد الله بن عبد الله بن عمر إلى أبيه فأخبره، وسار إلى مكة ثلاثا، فلما أخبره بكى ابن عمر، فبلغ الخبر عبد الله بن صفوان فد خل على ابن عمر فقال أخطب هذا بكذا ؟ قال نعم. فقال: ما تريد ؟ أ تريد قتاله ؟ فقال: يا بن صفوان الصبر خير من ذلك. فقال ابن صفوان: والله لئن أراد ذلك لأقاتلنه. فقدم معاوية مكة، فنزل ذا طوى، فخرج إليه عبد الله بن صفوان فقال أنت الذي تزعم أنك تقتل ابن عمر إن لم يبايع لابنك ؟ فقال: أنا أقتل ابن عمر ؟ ! إني والله لا أقتله

Dan telah menceritakan kepada kami Wahab yang berkata telah menceritakan kepadaku Ayahku dari Ayub dari Nafi’ yang berkata Muawiyah berkhutbah, menyebutkan Ibnu Umar dan berkata “Demi Allah, dia harus membaiat atau aku akan membunuhnya”. Maka ‘Abdullah bin ‘Abdullah bin Umar keluar menemui Ayahnya untuk mengabarkan hal itu, ia berangkat ke Makkah selama tiga hari kemudian ketika ia mengabarkan hal itu, Ibnu Umar menangis. Sampailah kabar tersebut kepada ‘Abdullah bin Shafwan, kemudian ia menemui Ibnu Umar dan berkata “apakah orang itu berkhutbah begini begitu?. Ibnu Umar berkata “benar”. Ibnu Shafwan berkata “apa yang engkau inginkan? Memeranginya?. Ibnu Umar berkata “wahai Ibnu Shafwan bersabar lebih baik dari hal itu”. Ibnu Shafwan berkata “demi Allah, jika beliau menginginkan itu maka aku akan memeranginya”. Muawiyah datang ke Makkah dan singgah di Dzi Thuwa. Abdullah bin Shafwan keluar menemuinya dan berkata “engkau orangnya yang mengatakan akan membunuh Ibnu Umar jika dia tidak membaiat putramu?”. Muawiyah berkata “aku membunuh Ibnu Umar! Demi Allah aku tidak membunuhnya” [Tarikh Khaliifah bin Khayyaat hal 162/163]

Riwayat di atas sanadnya shahih diriwayatkan para perawi yang tsiqat. Khaliifah bin Khayyaat adalah seorang yang shaduq. Ibnu Syahin menyatakan ia tsiqat [Tarikh Asma Ats Tsiqat no 325]. Ibnu Adiy menyatakan ia shaduq dan hadisnya lurus [Al Kamil 1/323]. Ibnu Hibban memasukkan dalam Ats Tsiqat dan menyataka ia alim mutqin [Ats Tsiqat juz 8 no 13180]. Adz Dzahabi berkata “shaduq” [Al Kasyf no 1409]

  • Wahab bin Jarir bin Hazm adalah perawi kutubus sittah yang tsiqat. Nasa’i berkata “tidak ada masalah padanya”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Al Ijli menyatakan tsiqat. Ibnu Sa’ad menyatakan ia tsiqat [At Tahdzib juz 11 no 273]. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat [At Taqrib 2/292]
  • Jarir bin Hazm ayahnya Wahab termasuk perawi kutubus sittah yang tsiqat. Ibnu Ma’in menyatakan tsiqat. Al Ijli menyatakan tsiqat. Nasa’i berkata “tidak ada masalah padanya”. Abu Hatim berkata shaduq shalih. Ibnu Ady menyatakan kalau ia hadisnya lurus shalih kecuali riwayatnya dari Qatadah. Syu’bah berkata “aku belum pernah menemui orang yang lebih hafiz dari dua orang yaitu Jarir bin Hazm dan Hisyam Ad Dustuwa’i. Ahmad bin Shalih, Al Bazzar dan Ibnu Sa’ad menyatakan ia tsiqat [At Tahdzib juz 2 no 111]. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat tetapi riwayatnya dari Qatadah dhaif [At Taqrib 1/158]
  • Ayub bin Abi Tamimah As Sakhtiyatiy adalah perawi kutubus sittah yang dikenal tsiqat. Syu’bah mengatakan kalau Ayub pemimpin para fuqaha. Ibnu Uyainah berkata “aku belum pernah bertemu orang seperti Ayub”. Ibnu Ma’in berkata “tsiqat dan ia lebih tsabit dari Ibnu ‘Aun”. Ibnu Sa’ad menyatakan ia tsiqat tsabit dalam hadis. Abu Hatim menyatakan tsiqat. Nasa’i berkata “tsiqat tsabit”. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Daruquthni berkata “Ayub termasuk hafizh yang tsabit” [At Tahdzib juz 1 no 733]. Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat tsabit hujjah termasuk fuqaha besar dan ahli ibadah [At Taqrib 1/116]
  • Nafi’ Abu Abdullah Al Madaniy mawla Ibnu Umar adalah tabiin faqih masyhur termasuk perawi kutubus sittah. Malik bin Anas meriwayatkan darinya [berarti tsiqat menurut Malik]. Ibnu Sa’ad berkata “tsiqat banyak meriwayatkan hadis”. Bukhari berkata “sanad yang paling shahih adalah Malik dari Nafi’ dari Ibnu Umar”. Al Ijli, Ibnu Khirasy dan Nasa’i menyatakan tsiqat. Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat. Al Khalili menyatakan Nafi termasuk imam tabiin Madinah imam dalam ilmu disepakati shahih riwayatnya. [At Tahdzib juz 10 no 743]. Ibnu Hajar menyatakan Nafi’ tsiqat tsabit faqih masyhur [At Taqrib 2/239]

Riwayat di atas sudah jelas shahih dan matannya menunjukkan kalau Muawiyah mengeluarkan ancaman memaksa Ibnu Umar agar membaiat putranya Yazid jika tidak maka Muawiyah akan membunuhnya. Putranya Ibnu Umar mengabarkan hal ini kepada ayahnya dan sikap ayahnya [Ibnu Umar] dalam hal ini adalah bersabar dan memang pada akhirnya Ibnu Umar membaiat Yazid bin Muawiyah. Riwayat di atas juga menunjukkan kualitas seorang Muawiyah, sangat jelas dalam khutbahnya ia mengeluarkan ancaman kepada Ibnu Umar sehingga putranya Ibnu Umar sampai bergegas menemui Ayahnya untuk mengabarkan hal itu tetapi ajaib ketika ia ditanya Ibnu Shafwan, Muawiyah malah mengingkari ucapannya sendiri, betapa ringan mulutnya berkata dusta padahal sebelumnya ia sampai bersumpah atas nama Allah SWT.

___________________________

ARTIKEL TERKAIT  MUAWIYAH DAN BANI UMAYAH

  1. Meluruskan Muawiyah -Inilah Petunjuk yg diberikan Muawiyah- Muawiyah 1
  2. Meluruskan Sikap Muawiyah Terhadap Hadis Nabi SAW -Petunjuk lain yang diberikan Muawiyah- Muawiyah 2
  3. Hadiah Buat Salafiyun : Inikah Bukti Muawiyah Pembawa Petunjuk Yang Memberikan Petunjuk? Muawiyah 3
  4. Kedudukan Hadis “Ya Allah Jadikanlah Muawiyah Seorang Yang Memberi Petunjuk” Muawiyah 4
  5. Sahabat Nabi Yang Menghina Ahlul Bait Muawiyah 5
  6. Muawiyah dan Mimbar Nabi Muawiyah 6
  7. Imam Hasan Dan Bani Umayyah Di Mimbar Nabi Muawiyah 7
  8. Kedudukan Hadis “Jika Kamu Melihat Mu’awiyah Di MimbarKu Maka Bunuhlah Ia” Muawiyah 8
  9. Pembahasan Matan Hadis “Jika Kamu Melihat Muawiyah Di MimbarKu Maka Bunuhlah Ia”.  Muawiyah 9
  10. Pembelaan Nashibi Terhadap Muawiyah : Studi Kritis Hadis Tentang Muawiyah -Tambahan tentang hadis “Jika kamu melihat Muawiyah di mimbarKu maka bunuhlah ia”-  Muawiyah 10
  11. Kedudukan Hadis “Ya Allah Ajarkanlah Muawiyah Al Kitab dan Al Hisab”  -Bantahan Untuk Salafy-  Muawiyah 11
  12. Hadis Penyimpangan Muawiyah Dalam Shahih Muslim Muawiyah 12
  13. Hadis Penyimpangan Muawiyah Dalam Sunan Abu Dawud Muawiyah 13
  14. Hadis Muawiyah Meminum Minuman Yang Haram  Muawiyah 14
  15. Hadis Muawiyah Meminum Minuman Yang Diharamkan : Membantah Syubhat Salafy Bantahan Untuk Salafy- Muawiyah 15
  16. Muawiyah Membunuh Sahabat Nabi Hujr bin Adi Muawiyah 16
  17. Sahabat Nabi Yang Membunuh Ammar bin Yaser RA Muawiyah 17
  18. Keutamaan Penulis Wahyu? Muawiyah 18
  19. Bantahan Atas “Sekelumit Tentang Keutamaan Muawiyah bin Abi Sufyan” (Ibnu Rahawaih: Tidak Shahih Satupun Dari Hadis Keutamaan Muawiyah)  Bantahan Untuk Blog “Haula Syiah” Muawiyah 19
  20. Shahih: Ishaq bin Rahawaih Mengakui Tidak Ada Satupun Hadis Shahih Keutamaan Muawiyah Muawiyah 20
  21. Semua Hadis Keutamaan Mu’awiyah Palsu ! Bantahan Atas Blog Haulasyiah Muawiyah 21
  22. Bantahan Atas -Haula Syiah-: Hadis: “Semoga Allah tidak Mengenyangkan Perutnya, Yakni Perut Muawiyah”. Adalah Doa Keburukan Nabi saw. Atas Mu’awiyah Muawiyah 22
  23.  Hadis Semoga Allah Tidak Mengenyangkan Perut Muawiyah -Meluruskan Distorsi dan Syubhat Salafy-   Muawiyah 23
  24. Doa Qunut Imam Ali Terhadap Muawiyah dan Amru bin Ash Beserta Pengikut Mereka Muawiyah 24
  25. Hadis Muawiyah bin Abu Sufyan Seorang Yang Dilaknat Allah SWT [Bagian 1]  Muawiyah 25
  26. Hadis Muawiyah Dilaknat Allah SWT [Bagian Kedua] Muawiyah 26
  27. Hadis Muawiyah Mati Tidak Dalam Agama Islam? Muawiyah 27
  28. Hadis Muawiyah Mati Tidak Dalam Agama Islam : Bantahan Terhadap Salafy Muawiyah 28
  29. Riwayat Muawiyah Mencela Imam Ali AS Adalah Shahih -Bantahan Untuk Salafy- Muawiyah 29
  30. Mu’awiyah Memberantas Hadis Keutamaan Imam Ali as. Muawiyah 30
  31. Muawiyah dan Pengikutnya Meninggalkan Sunnah Karena Kebencian Terhadap Imam Ali? Muawiyah 31
  32. Pandangan Imam ‘Aliy bin Abi Thalib Terhadap Perangnya Dengan Muawiyah   Muawiyah 32
  33. Hadis Nabi Memerangi Orang Yang Memerangi Ahlul Bait  Ahlul Bait & Muawiyah 33
  34. Rasulullah [Shallallahu ‘Alaihi Wasallam] Membenci Bani Umayyah Muawiyah 34
  35. Hadis Palsu Dalam Shahih Muslim : Keutamaan Abu Sufyan? Muawiyah 35
  36. Shahih : Muawiyah Menjual Berhala Muawiyah 36
  37. Muawiyah Pemimpin Yang Zalim : Pembaiatan Yazid Muawiyah 37

_______________________________________________________________________________

******************************************************************************

UNTUK BERKOMENTAR DAN BERDIALOG DENGAN PENULIS SILAHKAN -KLIK DISINI-

*******************************************************************************

%d blogger menyukai ini: