Ternyata Tidak Semua Peninggalan Rasulullah SAW Menjadi Sedekah?

Ternyata Tidak Semua Peninggalan Rasulullah SAW Menjadi Sedekah?

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar

Ternyata Tidak Semua Peninggalan Rasulullah SAW Menjadi Sedekah?

Tulisan ini adalah tinjauan kembali terhadap hadis yang diriwayatkan Abu Bakar yaitu Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] bersabda “kami para Nabi tidak mewariskan, apapun yang kami tinggalkan adalah sedekah”. Ternyata terdapat beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa ada peninggalan Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] yang tidak menjadi sedekah

حدثنا شيبان بن فروخ حدثنا سليمان بن المغيرة حدثنا حميد عن أبي بردة قال دخلت على عائشة فأخرجت إلينا إزارا غليظا مما يصنع باليمن وكساء من التي يسمونها الملبدة قال فأقسمت بالله إن رسول الله صلى الله عليه و سلم قبض في هذين الثوبين

Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh yang berkata telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Mughiirah yang berkata telah menceritakan kepada kami Humaid dari Abi Burdah yang berkata “aku masuk menemui Aisyah dan ia mengeluarkan kepada kami kain kasar buatan Yaman dan baju yang terbuat dari bahan kasar [Abu Burdah] berkata kemudian ia [Aisyah] bersumpah dengan nama Allah bahwa Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] wafat dengan memakai kedua pakaian ini [Shahih Muslim 3/1649 no 2080]

أخبرنا محمد بن عبيد الطنافسي وعبيدة بن حميد وإسحاق بن يوسف الأزرق قالوا أخبرنا عبد الملك بن أبي سليمان عن عطاء بن أبي رباح عن عبد الله مولى أسماء قال أخرجت إلينا أسماء جبة من طيالسة لها لبنة شبر من ديباج كسرواني وفروجها مكفوفة به فقالت هذه جبة رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يلبسها فلما توفي رسول الله صلى الله عليه وسلم كانت عند عائشة فلما توفيت عائشة رضى الله تعالى عنها قبضتها فنحن نغسلها للمريض منا إذا أشتكى

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid Ath Thanaafisiy dan Ubaidah bin Humaid dan Ishaq bin Yusuf Al Azraq mereka berkata telah mengabarkan kepada kami ‘Abdul Malik bin Abi Sulaiman dari Atha’ bin Abi Rabah dari ‘Abdullah maula Asma’ yang berkata Asma’ mengeluarkan kepada kami jubah Thayalisah yang kerahnya terbuat dari sutera kasrawaniy [kekaisaran] dan sisi-sisinya dijahit dengannya [sutera]. Asma’ berkata “ini adalah Jubah Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] yang dipakai oleh Beliau, ketika Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] wafat maka jubah itu ada pada Aisyah dan ketika Aisyah wafat maka aku mengambilnya, kami mencuci jubah itu untuk orang yang sakit dari kami jika sedang sakit [Thabaqat Ibnu Sa’ad 1/222]

Riwayat Ibnu Sa’ad di atas sanadnya shahih dengan syarat Muslim. Para perawinya adalah perawi tsiqat, Abdullah maula Asma’ adalah tabiin yang tsiqat.

  • Muhammad bin Ubaid Ath Thanaafisiy adalah perawi kutubus sittah, Ibnu Hajar menyatakan ia tsiqat hafizh [At Taqrib 2/110]. Ubaidah bin Humaid seorang yang shaduq tetapi pernah melakukan kesalahan [At Taqrib 1/649]. Ishaq bin Yusuf Al Azraq seorang perawi kutubus sittah yang tsiqat [At Taqrib 1/87].
  • Abdul Malik bin Abi Sulaiman termasuk perawi Muslim. Ibnu Hajar menyatakan ia shaduq dan pernah melakukan kesalahan tetapi dikoreksi dalam Tahrir At Taqrib bahwa ia seorang yang tsiqat [Tahrir At Taqrib no 4184]
  • Atha’ bin Abi Rabah adalah tabiin thabaqat ketiga perawi kutubus sittah seorang yang tsiqat faqih dan memiliki keutamaan [At Taqrib 1/674].
  • Abdullah maula Asma’ binti Abu Bakar adalah Abdullah bin Kiisan Abu Umar Al Madaniy adalah seorang tabiin perawi kutubus sittah yang tsiqat [At Taqrib 1/525]

Kedua riwayat di atas menunjukkan bahwa diantara peninggalan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] yaitu pakaian-pakaian Beliau [shallallahu ‘alaihi wasallam] tidaklah menjadi sedekah bagi kaum muslimin tetapi berada pada istri Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] yaitu Aisyah ra.

Bukankah ini sesuatu yang aneh atau musykil. Jika memang Abu Bakar radiallahu ‘anhu konsisten mengamalkan hadis para Nabi tidak mewariskan dan semua peninggalan Nabi adalah shadaaqah maka yang harus ia lakukan adalah mengumpulkan semua harta milik Nabi dan mengambilnya sebagai sedekah tidak hanya tanah Fadak. Lantas mengapa pakaian Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] yang merupakan harta milik Beliau masih berada di tangan Aisyah sebagai istri Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam].

Atau jangan-jangan tidak semua harta peninggalan Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] menjadi sedekah kalau begitu bagaimana menentukan harta yang menjadi sedekah dan mana yang tidak. Apa dalilnya menyatakan tanah Fadak sebagai peninggalan Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] yang menjadi sedekah sedangkan peninggalan Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] lainnya tidak menjadi sedekah?. Atau kemungkinan terakhir para Nabi juga mewariskan dan Abu Bakar keliru dalam menyampaikan hadis?. Mari kita renungkan pertanyaan pertanyaan yang musykil ini

__________________________________________

ARTIKEL TERKAIT TENTANG “FADAK”

  1. Analisis Riwayat Fadak Antara Sayyidah Fatimah Az-Zahra AS Dan Abu Bakar RA. Fadak 1
  2. Menolak Keraguan Seputar Riwayat Fadak Fadak 2
  3. Tanggapan Tulisan ”Makna Hadis Tanah Fadak” Fadak 3
  4. Penyimpangan Kisah Fadak Oleh Situs Hakekat.Com Fadak 4
  5. Imam Ali Berselisih Dengan Abu Bakar Dalam Masalah Fadak Fadak 5
  6. Bantahan Atas Situs Hakekat.Com: “Tidak Shahih Abu Bakar Meminta Ma’af Pada Sayyidah Fatimah” Fadak 6
  7. Kedudukan Hadis “Rasulullah SAW Memberikan Fadak Pada Sayyidah Fathimah AS” Fadak 7
  8. Apakah Ali dan Abbas Mendengar dari Rasulullah Hadis Nabi Tidak Mewariskan? Fadak 8
  9. Ternyata Tidak Semua Peninggalan Rasulullah SAW Menjadi Sedekah? Fadak 9

____________________________________________________________________

******************************************************************************

UNTUK BERKOMENTAR DAN BERDIALOG DENGAN PENULIS SILAHKAN -KLIK DISINI-

*******************************************************************************

_____________________________________________________________________

%d blogger menyukai ini: