Apakah Ali dan Abbas Mendengar dari Rasulullah Hadis Nabi Tidak Mewariskan?

Apakah Ali dan Abbas Mendengar dari Rasulullah Hadis Nabi Tidak Mewariskan?

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar

Apakah Ali dan Abbas Mendengar dari Rasulullah Hadis Nabi Tidak Mewariskan?

Salafy demi membela Abu Bakar, mereka tidak segan-segan membuat dalih kalau hadis Abu bakar bahwa para Nabi tidak mewariskan dan apa yang ditinggalkan adalah sedekah tidak hanya diriwayatkan Abu Bakar bahkan Ali dan Abbas pun juga menyatakan yang demikian. Mereka berhujjah dengan hadis Umar diantaranya yang diriwayatkan oleh Al Bukhari

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي مَالِكُ بْنُ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ النَّصْرِيُّ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ دَعَاهُ إِذْ جَاءَهُ حَاجِبُهُ يَرْفَا فَقَالَ هَلْ لَكَ فِي عُثْمَانَ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ وَالزُّبَيْرِ وَسَعْدٍ يَسْتَأْذِنُونَ فَقَالَ نَعَمْ فَأَدْخِلْهُمْ فَلَبِثَ قَلِيلًا ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ هَلْ لَكَ فِي عَبَّاسٍ وَعَلِيٍّ يَسْتَأْذِنَانِ قَالَ نَعَمْ فَلَمَّا دَخَلَا قَالَ عَبَّاسٌ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ اقْضِ بَيْنِي وَبَيْنَ هَذَا وَهُمَا يَخْتَصِمَانِ فِي الَّذِي أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَنِي النَّضِيرِ فَاسْتَبَّ عَلِيٌّ وَعَبَّاسٌ فَقَالَ الرَّهْطُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ اقْضِ بَيْنَهُمَا وَأَرِحْ أَحَدَهُمَا مِنْ الْآخَرِ فَقَالَ عُمَرُ اتَّئِدُوا أَنْشُدُكُمْ بِاللَّهِ الَّذِي بِإِذْنِهِ تَقُومُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ هَلْ تَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ يُرِيدُ بِذَلِكَ نَفْسَهُ قَالُوا قَدْ قَالَ ذَلِكَ فَأَقْبَلَ عُمَرُ عَلَى عَبَّاسٍ وَعَلِيٍّ فَقَالَ أَنْشُدُكُمَا بِاللَّهِ هَلْ تَعْلَمَانِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَالَ ذَلِكَ قَالَا نَعَمْ

Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman yang berkata telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy yang berkata telah mengabarkan kepadaku Malik bin Aus bin Hadatsaan An Nashriy bahwa Umar bin Khattab radiallahu’anhu pernah memanggilnya kemudian penjaga pintunya Yarfaa datang kepada Umar dan berkata “Apakah engkau mengizinkan Utsman, Abdurrahman, Zubair dan Sa’d masuk?. Umar berkata “ya” maka ia menyuruh mereka masuk. Beberapa saat kemudian, ia datang lagi dan berkata kepada Umar “apakah engkau mengizinkan Abbas dan Ali masuk?”. Umar berkata “ya”. Ketika keduanya masuk, Abbas berkata “wahai amirul mukminin putuskanlah antara aku dan orang ini”. Keduanya saat itu berselisih tentang harta yang Allah karuniakan kepada Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dari bani Nadhir sehingga Ali dan Abbas saling mencela. Sebagian sahabat berkata “wahai amirul mukminin putuskanlah diantara mereka berdua dan tenangkanlah salah seorang dari mereka berdua”. Umar berkata “tenanglah kalian dan aku meminta kepada kalian demi Allah yang dengan izinnya langit dan bumi berdiri apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “kami tidak mewariskan dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah” yang dimaksud adalah diri Beliau sendiri. Mereka berkata “Beliau berkata demikian”. Kemudian Umar menghadap Abbas dan Ali dan berkata “aku meminta demi Allah apakah kalian berdua mengetahui bahwa Rasulullah berkata seperti itu?”. Mereka berdua berkata “ya” [Shahih Bukhari no 4033]

Salafy menjadikan hadis ini sebagai bukti kalau para sahabat lain termasuk Ali dan Abbas juga meriwayatkan hadis yang sama dengan Abu Bakar bahwa Nabi tidak mewariskan. Jika dianalisis dengan baik maka hujjah mereka keliru dan mengandung kontradiksi yang justru merendahkan sahabat Nabi. Perhatikan baik-baik diantara mereka yang membenarkan Umar terdapat Utsman bin ‘Affan dimana ia termasuk yang menjawab pertanyaan Umar dengan lafaz “qad qaala dzalika” [sungguh Beliau berkata demikian]. Lafaz ini diartikan salafy seolah-olah menunjukkan kalau Utsman bin ‘Affan mendengar langsung dari Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam], padahal kenyataannya tidak demikian, Utsman tidak mendengar langsung hadis ini, ia termasuk orang yang pada awalnya tidak mengetahui adanya hadis ini. Buktinya terdapat pada riwayat Bukhari tersebut, Az Zuhri setelah membawakan Hadis Malik bin ‘Aus di atas ia berkata

قَالَ فَحَدَّثْتُ هَذَا الْحَدِيثَ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ فَقَالَ صَدَقَ مَالِكُ بْنُ أَوْسٍ أَنَا سَمِعْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقُولُ أَرْسَلَ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُثْمَانَ إِلَى أَبِي بَكْرٍ يَسْأَلْنَهُ ثُمُنَهُنَّ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكُنْتُ أَنَا أَرُدُّهُنَّ فَقُلْتُ لَهُنَّ أَلَا تَتَّقِينَ اللَّهَ أَلَمْ تَعْلَمْنَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ يُرِيدُ بِذَلِكَ نَفْسَهُ إِنَّمَا يَأْكُلُ آلُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الْمَالِ فَانْتَهَى أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى مَا أَخْبَرَتْهُنَّ

Az Zuhri berkata “maka aku ceritakan hadis ini kepada Urwah bin Zubair yang berkata “benarlah Malik bin ‘Aus, aku mendengar Aisyah radiallahu’anha istri Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “Istri-istri Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] mengutus Utsman kepada Abu Bakar untuk meminta seperdelapan dari harta yang Allah SWT karuniakan kepada Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Kemudian aku menolak mereka dan berkata “apakah kalian tidak takut kepada Allah? Apakah kalian tidak mengetahui bahwa Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “kami tidak mewariskan dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah” yang dimaksud adalah diri Beliau sendiri. Sesungguhnya keluarga Muhammad [shallallahu ‘alaihi wasallam] makan dari harta ini. Maka istri-istri Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] berhenti pada apa yang disampaikan Aisyah kepada mereka [Shahih Bukhari no 4033]

Riwayat ini menunjukkan kalau Utsman adalah orang yang diutus oleh istri-istri Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] kepada Abu Bakar untuk meminta seperdelapan bagian warisan Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Jika memang Utsman dari awal mengetahui atau mendengar langsung dari Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] bahwa Nabi tidak mewariskan maka Utsman tentu tidak akan mau menjadi utusan para istri Nabi untuk meminta warisan Nabi kepada Abu Bakar. Utsman mau menjadi utusan karena ia tidak mengetahui adanya hadis tersebut barulah kemudian setelah disampaikan hadis itu oleh Abu Bakar dan Aisyah maka Utsman mengetahuinya.

Kalau Utsman mendengar langsung hadis Rasulullah [shallallahu ‘alihi wasallam] tetapi ia dengan sengaja melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang ia dengar maka sudah jelas perbuatan ini adalah perbuatan yang fasiq atau mungkar. Jika salafy mengatakan Utsman mendengar langsung hadis tersebut dari Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] maka sama saja dengan salafy menuduh Utsman sengaja melakukan perbuatan yang fasiq dan mungkar.

Maka penafsiran yang benar adalah lafaz jawaban Utsman “qad qaala dzalika” maksudnya Utsman mengetahui kalau Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata demikian berdasarkan riwayat yang ia dengar dari Abu Bakar dan Aisyah.

Begitu pula dengan jawaban Imam Ali dan Abbas kepada Umar dengan lafaz “na’am” [ya] ditafsirkan salafy seolah-olah menunjukkan kalau Imam Ali dan Abbas mendengar langsung hadis Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] tersebut. Padahal kenyataannya tidak demikian.

حدثنا الحسن بن علي الخلال أخبرنا بشر بن عمر حدثنا مالك بن أنس عن ابن شهاب عن مالك بن أوس الحدثان قال دخلت على عمر بن الخطاب و دخل عليه عثمان بن عفان و الزبير بن العوام و عبد الرحمن بن عوف و سعد بن أبي وقاص ثم جاء علي و العباس يختصمان فقال عمر لهم أنشدكم الله الذي بإذنه تقوم السماء والأرض تعلمون أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال لا نورث ما تركنا من صدقة قالوا نعم قال عمر فلما توفي رسول الله صلى الله عليه و سلم قال أبو بكر أنا ولي رسول الله صلى الله عليه و سلم فجئت أنت وهذا إلى أبي بكر تطلب أنت ميراثك من ابن أخيك ويطلب هذا ميراث امرأته من أبيها فقال أبو بكر إن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال لا نورث ما تركنا صدقة والله يعلم إنه صادق بار راشد تابع للحق

Telah menceritakan kepada kami Hasan bin ‘Ali Al Khallal yang berkata telah mengabarkan kepada kami Bisyr bin ‘Umar yang berkata telah menceritakan kepada kami Malik bin ‘Anas dari Ibnu Syihab dari Malik bin Aus Al Hadatsaan yang berkata “aku menemui Umar bin Khaththab dan masuk menemuinya juga Utsman bin ‘Affan, Zubair bin ‘Awwam, Abdurrahman bin ‘Auf dan Sa’d bin Abi Waqaash kemudian datanglah Ali dan ‘Abbas yang berselisih. Umar berkata “aku meminta kepada kalian demi Allah yang dengan izinnya langit dan bumi berdiri apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “kami tidak mewariskan dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah”. Mereka berkata “ya”. Umar berkata “ketika Rasululullah [shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, Abu Bakar berkata “aku adalah Wali Rasulullah, kemudian engkau dan si ini datang kepada Abu Bakar. Engkau meminta warisanmu dari anak saudara laki-lakimu dan si ini meminta warisan istrinya dari ayahnya maka Abu Bakar berkata Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata “kami tidak mewariskan dan apa yang kami tinggalakan adalah sedekah” Allah Maha Tahu bahwa sesungguhnya ia benar mendapat petunjuk dan mengikuti kebenaran [Shahih Sunan Tirmidzi 4/158 no 1610]

Dalam hadis shahih riwayat Tirmidzi di atas dimana sanadnya juga berujung pada Az Zuhri dari Malik bin Aus diketahui ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, Ali dan Abbas adalah orang yang datang kepada Abu Bakar dan meminta bagian warisan Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam].

Jika lafaz “na’am” dari Ali dan Abbas diartikan bahwa mereka berdua mendengar langsung dari Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] hadis Nabi tidak mewariskan maka konsekuensinya berarti Ali dan Abbas dengan sengaja melakukan hal yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Mereka berdua tahu kalau Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] tidak mewariskan tetapi mereka tetap meminta warisan Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Bukankah ini contoh perbuatan yang fasiq atau mungkar. Tentu saja kami berlepas diri dari tuduhan seperti ini

Jika salafy mengatakan Ali dan Abbas mendengar langsung hadis tersebut dari Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] maka sama saja dengan salafy menuduh Ali dan Abbas sengaja melakukan perbuatan yang fasiq dan mungkar

Maka penafsiran yang benar terhadap lafaz “na’am” tersebut adalah Ali dan Abbas mengetahui Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] berkata demikian dari apa yang dikatakan Abu Bakar radiallahu ‘anhu. Jadi Ali dan ‘Abbas tidaklah mendengar langsung hadis tersebut dari Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] melainkan mereka mengetahuinya dari Abu Bakar.

Apakah Ali dan ‘Abbas mengakui hadis Abu Bakar radiallahu ‘anhu tersebut?. Jawabannya tidak, terdapat riwayat yang menyebutkan kalau Ali dan ‘Abbas tetap pada pendirian mereka walaupun mereka telah mendengar hadis Abu Bakar. Setelah enam bulan pasca wafatnya Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] setelah Ali dan Abbas meminta warisan Rasulullah kepada Abu Bakar dimana Abu Bakar menolak mereka dengan menyampaikan hadis Nabi tidak mewariskan, Imam Ali berkata dalam hadis yang panjang riwayat Aisyah tentang pembaiatan Imam Ali

فَدَخَلَ عَلَيْهِمْ أَبُو بَكْرٍ فَتَشَهَّدَ عَلِيٌّ فَقَالَ إِنَّا قَدْ عَرَفْنَا فَضْلَكَ وَمَا أَعْطَاكَ اللَّهُ وَلَمْ نَنْفَسْ عَلَيْكَ خَيْرًا سَاقَهُ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَكِنَّكَ اسْتَبْدَدْتَ عَلَيْنَا بِالْأَمْرِ وَكُنَّا نَرَى لِقَرَابَتِنَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَصِيبًا

Maka Abu Bakar masuk, Ali mengucapkan syahadat dan berkata “kami mengetahui keutamaanmu dan apa yang telah Allah karuniakan kepadamu, kami tidak dengki terhadap kebaikan yang diberikan Allah kepadamu tetapi kamu telah bertindak sewenang-wenang terhadap kami, kami berpandangan bahwa kami berhak memperoleh bagian karena kekerabatan kami dari Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] [Shahih Bukhari no 4240 & 4241]  

Dalam hadis Az Zuhri dari Malik bin Aus terdapat keterangan bahwa Ali dan Abbas kembali meminta warisan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] pada masa pemerintahan Umar radiallahu ‘anhu.

فَقُلْتُ أَنَا وَلِيُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ فَقَبَضْتُهَا سَنَتَيْنِ أَعْمَلُ فِيهَا بِمَا عَمِلَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ ثُمَّ جِئْتُمَانِي وَكَلِمَتُكُمَا عَلَى كَلِمَةٍ وَاحِدَةٍ وَأَمْرُكُمَا جَمِيعٌ جِئْتَنِي تَسْأَلُنِي نَصِيبَكَ مِنْ ابْنِ أَخِيكِ وَأَتَانِي هَذَا يَسْأَلُنِي نَصِيبَ امْرَأَتِهِ مِنْ أَبِيهَا

Aku [Umar] berkata “aku adalah Wali Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan Abu Bakar, aku pegang harta itu selama dua tahun dan aku perbuat sebagaimana yang diperbuat Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan Abu Bakar kemudian kalian berdua mendatangiku dan ucapan kalian berdua sama dan perkara kalian pun sama, engkau [Abbas] mendatangiku untuk meminta bagianmu dari putra saudaramu dan dia ini [Ali] mendatangiku untuk meminta bagian istrinya dari ayahnya [Shahih Bukhari no 7305]

Artinya setelah Abu Bakar memberitahukan hadis Nabi tidak mewariskan dan apa yang ditinggalkan menjadi sedekah, Ali dan Abbas tetap pada pendirian mereka untuk meminta bagian warisan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Imam Ali bahkan setelah enam bulan tetap menyatakan kalau Abu Bakar bertindak sewenang-wenang dan Imam Ali berpandangan ahlul bait berhak akan harta tersebut. Bukankah ini menunjukkan kalau Imam Ali mengingkari hadis yang disebutkan Abu Bakar?. Kalau memang Imam Ali mengakui hadis Abu Bakar maka sangat tidak mungkin ia mengatakan Abu Bakar bertindak sewenang-wenang.

Begitupula dengan Abbas, ia pun telah mendengar hadis yang disampaikan Abu Bakar tetapi ia dan Ali tetap meminta bagian warisan Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] kepada Umar pada masa pemerintahannya. Kalau memang ia mengakui hadis Abu Bakar tersebut maka sangat tidak mungkin ia masih meminta harta warisan tersebut kepada Umar pada masa pemerintahannya.

Terdapat hadis Az Zuhri dari Malik bin Aus yang mengandung lafaz dimana Ali dan Abbas memang mengingkari hadis Abu Bakar tersebut. Dalam riwayat Abdurrzaq dengan sanad dari Ma’mar dari Az Zuhri dari Malik bin Aus, Umar berkata

فلما قبض رسول الله صلى الله عليه و سلم قال أبو بكر أنا ولي رسول الله صلى الله عليه و سلم بعده أعمل فيه بما كان يعمل رسول الله صلى الله عليه و سلم فيها ثم أقبل على علي والعباس فقال وأنتما تزعمان أنه فيها ظالم فاجر والله يعلم أنه فيها صادق بار تالع للحق ثم وليتها بعد أبي بكر سنتين من إمارتي فعملت فيها بما عمل رسول الله صلى الله عليه و سلم وأبو بكر وأنتما تزعمان أني فيها ظالم فاجر والله يعلم أني فيها صادق بار تابع للحق

Ketika Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] wafat, Abu Bakar berkata “aku adalah Wali Rasulullah setelahnya dan aku akan memperlakukan terhadap harta itu sebagaimana Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] memperlakukannya kemudian datanglah Ali dan Abbas. Umar berkata “kalian berdua menganggap bahwasanya ia berlaku zalim dan durhaka” dan Allah mengetahui bahwa ia dalam hal ini seorang yang jujur baik dan mengikuti kebenaran. Kemudian aku menjadi Wali Abu Bakar selama dua tahun dari pemerintahanku aku perbuat terhadap harta itu sebagaimana yang diperbuat Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] dan Abu Bakar dan kalian menganggap aku berlaku zalim dan durhaka, Allah mengetahui bahwa aku dalam hal ini jujur, baik dan mengikuti kebenaran [Mushannaf Abdurrazaq 5/469 no 9772 dengan sanad yang shahih]

Pernyataan Umar bahwa keduanya Ali dan Abbas menganggap Abu Bakar dan Umar sebagai zalim dan durhaka menunjukkan bahwa Ali dan Abbas mengingkari apa yang dikatakan oleh Abu Bakar dan Umar perihal harta tersebut. Kalau memang Ali dan Abbas mengakui kebenaran hadis Abu Bakar lantas mengapa mereka menganggap Abu Bakar berlaku zalim dan durhaka?. Kesimpulannya Ali dan Abbas tidak mengakui kebenaran hadis Abu Bakar bahwa Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] tidak mewariskan.

Pandangan salafy memang aneh bin ajaib. Mereka mengatakan Imam Ali dan Abbas juga mendengar hadis Nabi tidak mewariskan dari Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam]. Pernyataan ini sama saja dengan menuduh Ali dan Abbas sengaja melanggar perintah Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] atau sengaja berbuat fasik. Salafy juga mengatakan Imam Ali dan Abbas mengakui atau membenarkan hadis Abu Bakar tetapi faktanya Imam Ali dan Abbas tetap meminta harta warisan di masa pemerintahan Umar. Ini semua adalah konsekuensi dan kontradiksi yang tidak terpikirkan oleh salafy. Mereka memang terbiasa asal berhujjah yang penting dapat menguatkan keyakinan mereka. Fakta yang benar disini adalah Ahlul Bait [Sayyidah Fathimah, Imam Ali dan Abbas] tidak mengakui hadis Abu Bakar tersebut mereka tetap berpandangan kalau ahlul bait Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam] berhak mendapatkan warisan dari Nabi [shallallahu ‘alaihi wasallam].

________________________________________________________________________________

******************************************************************************

UNTUK BERKOMENTAR DAN BERDIALOG DENGAN PENULIS SILAHKAN -KLIK DISINI-

*******************************************************************************

__________________________________________________________________________________

ARTIKEL TERKAIT TENTANG “FADAK”

  1. Analisis Riwayat Fadak Antara Sayyidah Fatimah Az-Zahra AS Dan Abu Bakar RA. Fadak 1
  2. Menolak Keraguan Seputar Riwayat Fadak Fadak 2
  3. Tanggapan Tulisan ”Makna Hadis Tanah Fadak” Fadak 3
  4. Penyimpangan Kisah Fadak Oleh Situs Hakekat.Com Fadak 4
  5. Imam Ali Berselisih Dengan Abu Bakar Dalam Masalah Fadak Fadak 5
  6. Bantahan Atas Situs Hakekat.Com: “Tidak Shahih Abu Bakar Meminta Ma’af Pada Sayyidah Fatimah” Fadak 6
  7. Kedudukan Hadis “Rasulullah SAW Memberikan Fadak Pada Sayyidah Fathimah AS” Fadak 7
  8. Apakah Ali dan Abbas Mendengar dari Rasulullah Hadis Nabi Tidak Mewariskan? Fadak 8

%d blogger menyukai ini: