Sebutan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait : Sayyidah Fathimah, Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husain

Sebutan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait : Sayyidah Fathimah, Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husain

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Keharuman nama Ahlul Bait memang membuat sakit hati para nashibi, mereka memang terjangkiti virus nashibi yang mematikan[baca; jiwa] dan tak segan-segan menularkannya kepada orang lain. Celakanya ada sebagian orang yang bisa jadi tidak tahu menahu atau bisa jadi karena penyakit taklid buta ikut terinfeksi virus nashibi walaupun dengan kadar yang berbeda-beda.

Sebagian dari mereka [akibat pengaruh virus nashibi] dengan sombongnya mengaku mencintai Ahlul Bait tetapi lidahnya tidak segan-segan bersikap sinis kepada keutamaan Ahlul Bait. Sebagian dari mereka menunjukkan sikap sinis tersebut dengan menyatakan bahwa sebutan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait adalah ghuluw. Mereka tidak pernah merasa kalau sebenarnya merekalah yang terinfeksi virus nashibi sehingga sebutan kemuliaan kepada Ahlul Bait yang memang pantas untuk Ahlul Bait, mereka sebut sesuatu yang ghuluw. Jika orang kekurangan maka sesuatu yang normal pun akan ia anggap berlebihan.

Apa yang akan dikatakan oleh mereka jika ternyata memang ada hadis shahih yang menyebutkan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait. Kita tidak butuh dalih-dalih mereka atau sikap sok mereka seolah-olah mereka orang yang paling tahu ilmu hadis.

.

Abu Ja’far At Thahawi dalam kitabnya Musykil Al Atsar no 644 [Syarh Musykil Al Atsar no 761] ketika membahas Ayat Tathiir [Al Ahzab ayat 33]

إنما يريد الله ليذهب عنكم الرجس أهل البيت ويطهركم تطهيرا

Sesungguhnya Allah berkehendak menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait dan mensucikanmu sesuci-sucinya.

.

.

At Thahawi membawakan hadis asbabun nuzul ayat tersebut yang menjelaskan untuk siapa ayat tersebut turun

.

حدثنا الربيع المرادي حدثنا أسد بن موسى حدثنا حاتم بن إسماعيل حدثنا بكير بن مسمارعن عامر بن سعد عن أبيه قال لما نزلت هذه الآية دعا رسول الله صلى الله عليه وسلم عليا  وفاطمة  وحسنا  وحسينا عليهم السلام فقال  اللهم هؤلاء أهلي  ففي هذا الحديث أن المرادين بما في هذه الآية هم رسول الله صلى الله عليه وسلم  وعلي  وفاطمة  وحسن  وحسين

Telah menceritakan kepada kami Rabi’ Al Muradi yang berkata telah menceritakan kepada kami Asad bin Musa yang berkata telah menceritakan kepada kami Hatim bin Ismail yang berkata telah menceritakan kepada kami Bukair bin Mismaar dari Amir bin Sa’ad dari Ayahnya yang berkata “Ketika turun ayat ini Rasulullah SAW memanggil Ali, Fathimah, Hasan dan Husain Alaihimus Salaam dan berkata “Ya Allah merekalah keluargaku”. [Ath Thahawi] : Dalam hadis ini bahwa yang tertuju oleh ayat tersebut adalah Rasulullah SAW, Ali, Fathimah, Hasan dan Husain.

.

Hadis ini kedudukannya shahih diriwayatkan oleh para perawi yang tsiqat dan diantaranya para perawi Shahih.

  • Rabi’ bin Sulaiman Al Muradi adalah perawi Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan An Nasa’i. Dalam At Tahdzib juz 3 no 473 disebutkan kalau ia dinyatakan tsiqat oleh Al Khatib, Ibnu Yunus, Abu Hatim, Maslamah dan Al Khalili. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/294 menyatakan ia tsiqat.
  • Asad bin Musa adalah perawi Bukhari dalam At Ta’liq, An Nasa’i dan Abu Dawud. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 1 no 494 menyebutkan ia dinyatakan tsiqat oleh Nasa’i, Al Ajli, Ibnu Qani’, Al Bazzar dan Ibnu Hibban. Al Khalili menyebutnya “orang Mesir yang shalih”. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/88 menyebutnya shaduq tetapi dalam Tahrir At Taqrib 399 ia dinyatakan tsiqat.
  • Hatim bin Ismail adalah perawi Bukhari Muslim dan Ashabus Sunan. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 2 no 209 menyebutkan bahwa ia dinyatakan tsiqat oleh Ibnu Sa’ad, Ibnu Hibban dan Al Ajli. An Nasa’i mengatakan “tidak ada masalah dengannya” dan ia tela dita’dilkan oleh Ahmad dan Abu Hatim. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/170 menyebutnya ”shaduq yahim” dan dikoreksi dalam Tahrir At Taqrib no 994 bahwa ia seorang yang tsiqat [dengan tambahan Daruquthni, Ibnu Ma’in dan Adz Dzahabi menyatakan ia tsiqat].
  • Bukair bin Mismaar adalah perawi Muslim, Tirmidzi dan Nasa’i. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 1 no 914 menyebutkan kalau ia dinyatakan tsiqat oleh Al Ajli. An Nasa’i berkata “tidak ada masalah dengannya”. Ibnu Ady berkata “hadisnya lurus”. Dalam At Taqrib 1/138 Ibnu Hajar menyatakan ia shaduq.
  • Amir bin Sa’ad adalah perawi Ashabus Sunan. Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam At Tahdzib juz 5 no 106 dan ia dinyatakan tsiqat oleh Ibnu Sa’ad, Al Ajli dan Ibnu Hibban. Dalam At Taqrib 1/460 menyatakan ia tsiqat.

Dengan semua perawinya yang tsiqat maka tidak diragukan kalau hadis ini shahih. Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Syarh Musykil Atsar 2/235 no 761 menyatakan hadis ini shahih.

Dari hadis di atas juga diketahui bahwa ayat tathiir itu memang turun untuk Ahlul Kisa’ yaitu Rasulullah SAW, Fathimah, Ali, Hasan dan Husain Alaihimus Salam. Kami hanya akan memberi catatan ringkas bagi mereka yang mengatakan bahwa ayat ini turun untuk istri-istri Nabi SAW. Apakah mereka merasa lebih tahu tafsir suatu ayat daripada Rasulullah SAW?. Apakah mereka merasa lebih tahu untuk siapa ayat ini turun daripada Rasulullah SAW?. Jika memang ayat tersebut turun untuk istri-istri Nabi maka Rasulullah SAW jelas akan memanggil mereka tetapi pada kenyataannya Rasulullah SAW malah memanggil Fathimah, Ali, Hasan dan Husain. Perbuatan Rasulullah SAW ini menunjukkan kalau merekalah yang dimaksud Ahlul Bait dalam ayat tathiir tersebut bukan para istri Nabi.

.

__________________________

ARTIKEL TERKAIT TENTANG HADIS TSAQOLAIN

  1. Hadis Tsaqalain
  2. Bantahan Atas Haula Syi’ah: “Ahlul Bait Bagaikan Pintu Pengampunan?”
  3. Penolakan Ibnu Taymiah Terhadap Hadis Tsaqolain
  4. Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Ahlul Bait (Ahlul Bait Dalam Hadis Tsaqalain)
  5. Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Ahlul Bait (Ahlul Bait Dalam Ayat Tathir)
  6. Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Ahlul Bait (Ahlul Bait Dalam Ayat Tathir Bukan istri-istri Nabi SAW)
  7. Jawaban Untuk Saudara Ja’far Tentang Ahlul Bait (Kerancuan Tafsir Ibnu Katsir dkk)
  8. Kekeliruan Hafiz Firdaus Dalam Memahami Hadis Tsaqalain
  9. Kekeliruan Ali As Salus Yang Mengkritik Hadis Tsaqalain Dalam Sunan Tirmidzi
  10. Kekeliruan Ibnu Jauzi Terhadap Hadis Tsaqalain
  11. Kekeliruan Ibnu Taimiyyah Terhadap Hadis Tsaqalain
  12. Kritik Terhadap Distorsi Hadis Tsaqalain
  13. Tinjauan Ulang Hadis Tsaqalain
  14. Khalifah Umat Islam Adalah Ahlul Bait
  15. Berpegang Teguh Pada Ahlul Bait Nabi SAW Atau Sahabat Nabi SAW
  16. Hadis Tsaqalain Riwayat Yaqub bin Sufyan Al Fasawi
.
___________________________________________________________________________________________

******************************************************************************

UNTUK BERKOMENTAR DAN BERDIALOG DENGAN PENULIS SILAHKAN -KLIK DISINI-

*******************************************************************************

%d blogger menyukai ini: