Kritik Terhadap Distorsi Hadis Tsaqalain

Kritik Terhadap Distorsi Hadis Tsaqalain

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Bahwa Rasulullah SAW bersabda “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitab Allah dan Itrati Ahlul BaitKu”.(Hadis riwayat Tirmidzi, Ahmad, Thabrani, Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761).

Hadis diatas adalah hadis Tsaqalain, disebut Tsaqalain karena berarti dua peninggalan yang berat, berharga atau dua pusaka. Hadis ini menjelaskan tentang wasiat Rasulullah SAW kepada umatnya agar tidak sesat dengan cara berpegang teguh kepada Al Quran dan Itrati Ahlul Bait Rasul as. dan Kedua hal tersebut yang dimaksud dengan At Tsaqalain atau dua peninggalan yang berharga. Kebanyakan dari umat muslim lebih sering mendengar hadis dengan redaksi yang berbeda yaitu

Bahwa Rasulullah SAW bersabda “wahai sekalian manusia sesungguhnya Aku telah meninggalkan pada kamu apa yang jika kamu pegang teguh pasti kamu sekalian tidak akan sesat selamanya yaitu Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya”(Hadis riwayat Malik dalam Al Muwatta dan Al Hakim dalam Al Mustadrak As Shahihain)

Dalam pembahasan sebelumnya sudah dibuktikan bahwa hadis ini memiliki sanad yang dhaif dan yang lebih shahih adalah hadis dengan redaksi wa itraty ahlul baity atau hadis Tsaqalain. Walaupun pada dasarnya Kitabullah dan Sunah Rasulullah SAW adalah dua sumber hukum yang mutlak bagi umat Islam dan hal ini telah ditetapkan dengan dalil yang qathi dari Al Quranul Karim. Sebenarnya tidak diragukan lagi bahwa hal ini bersifat pasti kebenarannya, tetapi yang ingin ditekankan disini bahwa Rasulullah SAW telah berpesan kepada umatnya untuk berpegang teguh kepada Kitabullah dan Ahlul Bait Rasul as, karena redaksi inilah yang sanadnya shahih Sedangkan redaksi Kitabullah dan Sunah RasulNya memiliki sanad yang dhaif .

Berkenaan dengan hadis Tsaqalain terdapat beberapa ulama yang meragukannya atau mengkritik hadis ini dan menyatakan bahwa hadis ini tidak shahih, ulama yang dimaksud adalah

• Ibnu Jauzi dalam kitabnya Al-’llal al-Mutanahiyah fi al-Ahadits al-Wahiyah
• Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Minhaj As Sunnah Nabawiyah
• Ali As Salus dalam kitabnya Imamah dan Khilafah

Tulisan ini ditujukan untuk menanggapi pernyataan ulama-ulama tersebut dan untuk menegaskan bahwa hadis Tsaqalain adalah hadis yang shahih, jadi bisa dikatakan kalau tulisan ini adalah bantahan terhadap ulama-ulama tersebut. Sebelumnya perlu ditegaskan terlebih dahulu bahwa ulama-ulama ini sebenarnya menolak hadis Tsaqalain yang memiliki redaksi berpegang teguh pada Al Quran dan Ahlul Bait, tetapi Mereka menyatakan shahih hadis Tsaqalain dengan riwayat dalam Shahih Muslim, Sunan Ad Darimi dan Musnad Ahmad berikut

Shahih Muslim juz 2 hal 279
Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam ra, ia berkata pada suatu hari Rasulullah SAW berdiri di hadapan kami di sebuah tempat yang bernama Ghadir Khum seraya berpidato,maka beliau memanjatkan puja dan puji atas Allah SWT, menyampaikan nasehat dan peringatan.
Kemudian Beliau bersabda “Ketahuilah wahai manusia sesungguhnya aku hanya seorang manusia. Aku merasa bahwa utusan Tuhanku (malaikat maut) akan segera datang dan Aku akan memenuhi panggilan itu.Dan Aku tinggalkan padamu dua pusaka (Ats-Tsaqalain). Yang pertama Kitabullah (Al-Quran) di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya,maka berpegang teguhlah dengan Kitabullah”. Kemudian Beliau melanjutkan, “ dan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu.”

Sunan Ad-Darimi juz 2 hal 431
Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam ra, ia berkata pada suatu hari Rasulullah SAW berdiri di hadapan kami di sebuah tempat yang bernama Ghadir Khum seraya berpidato,maka beliau memanjatkan puja dan puji atas Allah SWT, menyampaikan nasehat dan peringatan.
Kemudian Beliau bersabda “Ketahuilah wahai manusia sesungguhnya aku hanya seorang manusia. Aku merasa bahwa utusan Tuhanku (malaikat maut) akan segera datang dan Aku akan memenuhi panggilan itu.Dan Aku tinggalkan padamu dua pusaka (Ats-Tsaqalain). Yang pertama Kitabullah (Al-Quran) di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya,maka berpegang teguhlah dengan Kitabullah”. Kemudian Beliau melanjutkan, “ dan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu.”

Musnad Ahmad jilid IV hal 266
Dari Zaid bin Arqam bahwa Rasulullah SAW bersabda “dan saya meninggalkan bagimu dua hal. Pertama Kitabullah yang didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya maka jadikanlah dia sebagai pedoman dan berpegang teguhlah kepadaNya”,Beliau SAW menghimbau untuk berpegang teguh kepada Al Quran dan Beliau SAW berkata”dan Ahlul BaitKu.Saya ingatkan kamu tentang Ahlul BaitKu”.

Sebenarnya hadis-hadis ini saja sudah cukup untuk membenarkan hadis Tsaqalain yang menyatakan keharusan berpegang teguh kepada Al Quran dan Ahlul Bait, tetapi ulama-ulama tersebut menafsirkan bahwa yang dimaksudkan tentang Ahlul Bait ini adalah bersikap baik dengan mencintai dan menjaga hak–hak Ahlul Bait. Mereka menolak penafsiran hadis ini bahwa yang dimaksud Rasulullah SAW tentang Ahlul Bait adalah berpegang teguh kepada Ahlul Bait karena tidak ada kata-kata yang jelas menunjukkan hal tersebut dalam hadis –hadis diatas.

Alasan bahwa tidak ada kata-kata yang jelas pada hadis-hadis di atas yang menunjukkan keharusan berpegang kepada Ahlul Bait merupakan alasan yang rancu. Hal tersebut dikarenakan alasan ini juga dapat ditujukan untuk menolak anggapan mereka bahwa yang dimaksud tentang Ahlul Bait ini adalah bersikap baik dan menjaga hak- hak Ahlul Bait. Karena juga tidak ada kata-kata yang jelas menunjukkan hal tersebut dalam hadis-hadis diatas.

Walaupun tidak ada kata-kata yang jelas dalam hadis-hadis diatas tentang apa sebenarnya maksud kata-kata Rasulullah SAW “ dan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu.” .Tetapi kata-kata ini bisa dimengerti sebagai isyarat yang menunjukkan keharusan berpegang teguh kepada Ahlul Bait, merujuk kepada arti Ats Tsaqalain yang berarti dua peninggalan yang berharga atau berat. Dari hadis tersebut Rasulullah SAW menyuruh umat Islam untuk berpegang teguh kepada Al Quran dari kata-kata “ Yang pertama Kitabullah (Al-Quran) di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya,maka berpegang teguhlah dengan Kitabullah”. Kemudian Rasulullah melanjutkan dengan kata-kata “ dan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu.”.

Bukankah pesan ini adalah lanjutan dari pesan sebelumnya tentang berpegang teguh kepada Al Quran, dari sini dapat dilihat bahwa pesan Rasulullah SAW tentang Ahlul Bait atau hal yang dimaksud peringatan Rasulullah SAW tentang Ahlul Bait adalah sama seperti dengan apa yang Beliau SAW nyatakan tentang Al Quran sebelumnya yaitu keharusan untuk berpegang teguh kepada keduanya. Hanya itu yang bisa disimpulkan kalau merujuk dengan hadis diatas saja. Dan dapat dimengerti kenapa Rasulullah SAW tidak menggunakan kata-kata yang jelas “berpegang teguh kepada Ahlul Bait” karena pengertian ini sudah tercakup dalam pesan Rasulullah SAW sebelumnya tentang Al Quran.

Sedangkan dakwaan mereka yang beranggapan bahwa yang dimaksud tentang Ahlul Bait adalah bersikap baik dan menjaga hak-hak Ahlul Bait maka dakwaan seperti inilah yang memerlukan kata-kata yang jelas oleh karena hal ini tidak tersirat dari pesan sebelumnya. Dengan kata lain jika pesan Rasulullah SAW yang dimaksudkan tentang Al Quran dan Ahlul Bait itu berbeda maksudnya maka seharusnya terdapat kata-kata yang jelas yang membedakannya, tetapi Rasulullah SAW hanya mengatakan “dan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu, kuperingatkan kalian akan Ahlul BaitKu.”. Oleh karena tidak ada kata-kata yang jelas itulah yang menunjukkan bahwa pesan Rasulullah SAW tentang Al Quran dan Ahlul Bait itu adalah sama yaitu peringatan untuk berpegang teguh kepada keduanya.

Apalagi pada kenyataannya terdapat banyak hadis yang menggunakan kata-kata yang jelas tentang kewajiban berpegang teguh kepada Al Quran dan Ahlul Bait, hadis-hadis inilah yang dinyatakan dhaif atau tidak shahih oleh mereka yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Pendapat ini jelas tidak benar dan akan dibuktikan bahwa pernyataan mereka tersebut adalah keliru.

.

__________________________
.
___________________________________________________________________________________________

******************************************************************************

UNTUK BERKOMENTAR DAN BERDIALOG DENGAN PENULIS SILAHKAN -KLIK DISINI-

*******************************************************************************

%d blogger menyukai ini: