Pembahasan Matan Hadis “Jika Kamu Melihat Muawiyah Di MimbarKu Maka Bunuhlah Ia”.

Pembahasan Matan Hadis “Jika Kamu Melihat Muawiyah Di MimbarKu Maka Bunuhlah Ia”.

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar

Kami telah membahas mengenai sanad hadis “Jika Kamu Melihat Muawiyah Di MimbarKu Maka Bunuhlah Ia”. Kami menyimpulkan bahwa hadis ini bersanad hasan. Anehnya banyak Ulama yang menyatakan hadis ini maudhu’, mereka menilai bahwa matan hadis ini batil dan mungkar. Mustahil Nabi SAW menyuruh membunuh Sahabat Beliau sendiri, jadi hadis tersebut sudah pasti palsu.

رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إذا رأيتم معاوية على منبري فاقتلوه

Rasulullah SAW bersabda “Jika Kamu melihat Muawiyah di MimbarKu maka bunuhlah Ia”.

Perlu diperhatikan, masalah Matan hadis yang mungkar sering dijadikan kambing hitam dalam menolak suatu hadis atau mencacatkan seorang perawi tsiqah. Bukan berarti tidak ada hadis yang matannya bermasalah, hanya saja kita tidak bisa seenaknya mencap suatu matan hadis bermasalah. Contohnya seperti ini,

  • Bukankah seorang Nabi adalah Utusan Tuhan yang sudah pasti memiliki akhlak paling baik, kami rasa semua orang pasti sepakat dengan ini.
  • Kemudian bukankah membunuh seseorang yang tidak bersalah adalah perbuatan yang mungkar dan batil, kami rasa semua orang sepakat dengan ini.

Nah bagaimana jika ada cerita yang menyatakan seorang Nabi membunuh seseorang yang tidak bersalah. Mungkin beramai-ramai orang-orang akan menolak cerita itu dengan berkata cerita itu batil dan dusta, sungguh mustahil seorang Nabi berbuat demikian, yang bercerita itu sudah jelas kafir, atau kata-kata lainnya yang tidak enak didengar. Tapi pernahkah mereka berhenti sejenak untuk mendengarkan terlebih dahulu, siapakah yang bercerita seperti itu. Ternyata Al Qur’an lah yang berbicara seperti itu, silakan lihat surat Al Kahfi dan bacalah Kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa yang terkenal. Bacalah pada bagian Nabi Khidir membunuh seorang anak padahal saat itu anak tersebut tidak membunuh orang, hanya saja anak itu nantinya akan membawa kedua orang tuanya menjadi kafir. Tapi inti masalahnya adalah pada saat itu ia masih anak-anak, ia jelas belum bersalah saat itu. Siapakah yang dengan berani mau mengatakan kisah tersebut mungkar?.

Kembali ke hadis “Jika Kamu Melihat Muawiyah Di MimbarKu Maka Bunuhlah Ia”, hadis tersebut tidak begitu saja dikatakan mungkar. Nabi SAW suatu ketika pernah memerintahkan sahabat untuk membunuh seseorang yang sedang mengerjakan shalat. Diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad 5/42 no 20448 tahqiq Syaikh Syu’aib dan no 20310 tahqiq Syaikh Ahmad Syakir dan Hamzah Zain

حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا روح ثنا عثمان الشحام ثنا مسلم بن أبي بكرة عن أبيه أن نبي الله صلى الله عليه و سلم مر برجل ساجد وهو ينطلق إلى الصلاة فقضى الصلاة ورجع عليه وهو ساجد فقام النبي صلى الله عليه و سلم فقال من يقتل هذا فقام رجل فحسر عن يديه فاخترط سيفه وهزه ثم قال يا نبي الله بأبي أنت وأمي كيف أقتل رجلا ساجدا يشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله ثم قال من يقتل هذا فقام رجل فقال أنا فحسر عن ذراعيه واخترط سيفه وهزه حتى أرعدت يده فقال يا نبي الله كيف اقتل رجلا ساجدا يشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله فقال النبي صلى الله عليه و سلم والذي نفس محمد بيده لو قتلتموه لكان أول فتنة وآخرها

Telah menceritakan kepada kami Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku Ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Rawh yang berkata telah menceritakan kepada kami Utsman Asy Syaham yang berkata telah menceritakan kepada kami Muslim bin Abi Bakrah dari Ayahnya bahwa Nabi Allah SAW  bertemu dengan seorang laki-laki yang sedang sujud ketika Beliau hendak Shalat. Setelah Beliau SAW shalat Beliau melihat laki-laki itu masih tetap sujud. Kemudian Beliau SAW berdiri dan berkata “Siapakah yang bersedia membunuh laki-laki itu?”. Kemudian berdirilah seorang laki-laki menyingsingkan lengannya dan menghunus pedang dan mengayunkannya, kemudian ia berkata “Wahai Rasulullah Ayah dan Ibuku jadi tebusanmu bagaimana mungkin aku membunuh orang yang sedang sujud dan bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan UtusanNya. Rasulullah SAW berkata lagi “Siapakah yang bersedia membunuh laki-laki itu?”. Kemudian berdirilah seorang laki-laki menyingsingkan lengannya dan menghunus pedang dan mengayunkannya hingga bergetar tangannya, kemudian ia berkata “Wahai Rasulullah Ayah dan Ibuku jadi tebusanmu bagaimana mungkin aku membunuh orang yang sedang sujud dan bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan UtusanNya. Maka Rasulullah SAW berkata “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangannya, seandainya kalian membunuh orang itu maka itu akan menjadi awal fitnah sekaligus akhirnya”.

Hadis ini adalah hadis yang shahih. Disebutkan dalam Musnad Ahmad tahqiq Syaikh Ahmad Syakir dan Hamzah Zain no 20448 bahwa sanadnya shahih. Dan disebutkan bahwa kedua laki-laki yang menyahuti perintah Rasulullah SAW tetapi tidak jadi melakukannya adalah Abu Bakar dan Umar. Al Haitsami setelah membawakan hadis ini berkata dalam Majma’ Az Zawaid 6/335 no 10339

ورجال أحمد رجال الصحيح

Para perawi Ahmad adalah perawi Shahih.

Hadis ini juga diriwayatkan dalam As Sunnah Ibnu Abi Ashim no 938 dan telah dinyatakan Shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Zhilal Al Jannah no 938.

Coba perhatikan hadis tersebut, bukankah isinya menyebutkan kalau Rasulullah SAW memerintahkan untuk membunuh seorang Muslim di zaman Nabi (yang istilahnya bisa dibilang Sahabat Nabi juga). Anehnya Hadis ini malah dijadikan hujjah oleh Syaikh Salafiyun Salim bin Id Al Hilali dalam kitabnya Manahy Asy Syar’iyah Fii Shahih As Sunnah Nabawiyah (Ensiklopedi Larangan jilid 1 hal 180). Tidak ada kok Syaikh Salim bin Id Al Hilali mengatakan bahwa hadis tersebut mungkar, beliau malah menegaskan keshahihannya. Tidak ada yang mungkar dengan hadis itu, Rasulullah SAW dengan izin Allah mengetahui bahwa nanti laki-laki tersebut atau keturunannya akan memecah umat islam setelah Rasul SAW wafat oleh karena itu Rasulullah SAW mengucapkan kata-kata seperti itu. Lagi-lagi pilihan bagi siapapun yang mendengar hadis tersebut, mau mentaati Rasul SAW atau merasa tidak sanggup melakukannya seperti Abu Bakar dan Umar. Apakah akan ada yang mencela Abu Bakar dan Umar karena tidak jadi melaksanakan perintah Rasul SAW?

Perhatikan hadis “Jika Kamu Melihat Muawiyah Di MimbarKu Maka Bunuhlah Ia”. Hadis tersebut menyatakan perintah bersyarat bukan perintah langsung. Hadis tersebut seolah menjelaskan kepada siapapun yang mendengarnya bahwa Muawiyah tidak diperbolehkan berada di Mimbar Nabi. Mimbar Nabi yang dimaksud disini adalah simbol kekhalifahan karena hanya Pemimpin tertinggi Umat yang berhak berdiri di Mimbar Nabi. Hadis tersebut bisa saja dipahami bahwa ketika Muawiyah menjabat kekhalifahan maka ia akan membuat kemungkaran-kemungkaran yang membuat Beliau layak dihukum bunuh misalnya ketika

Silakan dilihat ada saja cara untuk memahami hadis tersebut. Kami lebih cenderung memahami hadis tersebut bahwa Rasulullah SAW menginginkan agar Umat Islam tidak mengikuti Muawiyah dan tidak menjadikannya Khalifah bagi Umat karena hal itu akan membawa banyak kemungkaran. Tentu saja ini hanyalah sebuah penafsiran semata dan bisa didiskusikan.

.

.

Kesimpulan

Seorang Nabi atau manusia yang disucikan oleh Allah SWT memiliki pengetahuan dan Ilmu yang langsung berasal dari Allah SWT. Sehingga tidaklah dengan mudahnya kita dapat mengatakan bahwa suatu perkataan yang tsabit dari Nabi SAW sebagai perkataan yang mungkar hanya karena berdasarkan pengetahuan kita semata bahwa perkataan tersebut bathil. Dalam hal ini bersikap hati-hati dan memahami dengan baik adalah sesuatu yang penting.

_______________________________________________________________________________________________________

TULISAN TERKAIT TENTANG MUAWIYAH

  1. BANTAHAN ATAS: “SEKELUMIT TENTANG KEUTAMA’AN MUAWIYAH BIN ABI SUFYAN” (IBNU RAHAWAIH: TIDAK SAHIH SATUPUN DARI HADIS KEUTAMA’AN MUAWIYAH)
  2. Meluruskan Muawiyah
  3. Sahabat Nabi Yang Menghina Ahlul Bait
  4. Muawiyah dan Mimbar Nabi
  5. Kedudukan Hadis “Ya Allah Jadikanlah Muawiyah Seorang Yang Memberi Petunjuk”
  6. Riwayat Muawiyah Mencela Imam Ali AS Adalah Shahih
  7. Kedudukan Hadis “Ya Allah Ajarkanlah Muawiyah Al Kitab dan Al Hisab”
  8. Hadis Penyimpangan Muawiyah Dalam Shahih Muslim
  9. Mu’awiyah Memberantas Hadis Keutamaan Imam Ali as.
  10. Penulis Wahyu
  11. Hadis Muawiyah Meminum Minuman Yang Haram
  12. Meluruskan Sikap Muawiyah Terhadap Hadis Nabi SAW
  13. Hadis Penyimpangan Muawiyah Dalam Sunan Abu Dawud
  14. Muawiyah Membunuh Sahabat Nabi Hujr bin Adi
  15. Sahabat Nabi Yang Membunuh Ammar bin Yaser RA
  16. Kedudukan Hadis “Jika Kamu Melihat Mu’awiyah Di MimbarKu Maka Bunuhlah Ia”

______________________________________________________________________________________________________

******************************************************************************

UNTUK BERKOMENTAR DAN BERDIALOG DENGAN PENULIS SILAHKAN -KLIK DISINI-

*******************************************************************************

%d blogger menyukai ini: