Hadis Penyimpangan Muawiyah Dalam Sunan Abu Dawud

Hadis Penyimpangan Muawiyah Dalam Sunan Abu Dawud

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar

Setelah melihat berbagai penyimpangan Muawiyah dalam Shahih Muslim dan Musnad Ahmad maka kali ini kami akan mengajak pembaca untuk melihat penyimpangan Muawiyah lainnya yang telah disebutkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunannya. Secara tidak langsung hadis ini juga menunjukkan sikap Muawiyah terhadap hadis-hadis Nabi SAW.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud 2/466 no 4131

حدثنا عمرو بن عثمان بن سعيد الحمصي ثنا بقية عن بحير عن خالد قال وفد المقدام بن معد يكرب وعمرو بن الأسود ورجل من بني أسد من أهل قنسرين إلى معاوية بن أبي سفيان فقال معاوية للمقدام أعلمت أن الحسن بن علي توفي ؟ فرجع ( أي قال إنا لله وإنا إليه راجعون ) المقدام فقال له رجل أتراها مصيبة ؟ قال له ولم لا أراها مصيبة وقد وضعه رسول الله صلى الله عليه و سلم في حجره فقال ” هذا مني وحسين من علي ؟ ” فقال الأسدي جمرة أطفأها الله عزوجل قال فقال المقدام أما أنا فلا أبرح اليوم حتى أغيظك وأسمعك ما تكره ثم قال يا معاوية إن أنا صدقت فصدقني وإن أنا كذبت فكذبني قال أفعل قال فأنشدك بالله هل سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم نهى عن لبس الذهب ؟ قال نعم قال فأنشدك بالله هل تعلم أن رسول الله صلى الله عليه و سلم نهى عن لبس الحرير ؟ قال نعم قال فأنشدك بالله هل تعلم أن رسول الله صلى الله عليه و سلم نهى عن لبس جلود السباع والركوب عليها ؟ قال نعم قال فوالله لقد رأيت هذا كله في بيتك يامعاوية فقال معاوية قد علمت أني لن أنجو منك يامقدام قال خالد فأمر له معاوية بما لم يأمر لصاحبيه وفرض لابنه في المائتين ففرقها المقدام على أصحابه قال ولم يعط الأسدي أحدا شيئا مما أخذ فبلغ ذلك معاوية فقال أما المقدام فرجل كريم بسط يده وأما الأسدي فرجل حسن الإمساك لشيئه

Telah menceritakan kepada kami Amru bin Utsman bin Sa’id Al Himshi yang berkata telah menceritakan kepada kami Baqiyah dari Buhayr dari Khalid yang berkata “Miqdam bin Ma’di Karib, Amru bin Aswad dan seorang laki-laki dari bani Asad dari penduduk Qinnasrin, mereka datang kepada Muawiyah bin Abi Sufyan. Muawiyah berkata kepada Miqdam “Tahukah kamu bahwa Hasan bin Ali telah wafat?. Miqdam mengucapkan Istirja’ (Innalillahi wa inna ilaihi rajiun). Kemudian seorang laki-laki berkata “Apakah menurutmu itu musibah?”. “Kenapa Aku tidak menganggapnya sebagai musibah, padahal Ia seorang yang pernah berada dalam pangkuan RasulullahSAW? Beliau bersabda “Ini (Hasan) dariku, dan Husain dari Ali.” Al Asadi berkata, “Bara api ini (Hasan) telah Allah matikan” Maka Al Miqdam pun berkata, “Pada hari ini aku tidak akan bisa gembira sehingga aku membuatmu marah, dan akan aku perdengarkan kepadamu hal  yang membuatmu benci.” Kemudian ia berkata, “Wahai Mu’awiyah  Jika aku benar maka benarkanlah, dan jika aku dusta maka dustakanlah aku.” Mu’awiyah berkata, “Akan aku lakukan.” Miqdam lalu berkata, “Aku bersumpah kepada Allah atas kamu, tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah SAW melarang untuk mengenakan emas?” Mu’awiyah menjawab, “Benar.” Miqdam berkata, “Aku bersumpah kepada Allah atas kamu, tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah SAW melarang mengenakan sutera? ” Mu’awiyah menjawab, “Benar.” Miqdam berkata, “Aku bersumpah kepada Allah atas kamu, tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah SAW melarang mengenakan kulit binatang buas dan mengendarainya?” Mu’awiyah menjawab, “Benar.” Miqdam berkata, “Wahai Mu’awiyah, Demi Allah semuanya telah aku lihat di rumahmu!” Muawiyah berkata, “Wahai Miqdam, aku tahu bahwa aku tidak akan selamat darimu” Khalid berkata, “Mu’awiyah memerintahkan yang belum pernah ia perintahkan kepada dua sahabatnya, dan ia juga memberikan kepada anak Miqdam sebanyak dua ratus (dinar). Maka Miqdam membagikannya kepada kawan-kawannya, tetapi ia tidak memberikan kepada Al Asadi sedikit pun dari apa yang ia ambil. Hal ini kemudian dilaporkan kepada Mu’awiyah hingga ia berkata, “Miqdam itu seorang yang mulia lagi dermawan, adapun Al Asadi adalah orang baik tetapi pelit”.

.

Penjelasan Hadis

Syaikh Al Albani telah memasukkan hadis ini dalam Shahih Sunan Abu Dawud no 4131 dan mengatakan bahwa sanadnya shahih. Hadis ini memuat banyak sekali penjelasan tentang penyimpangan yang dilakukan Muawiyah.Pada awal hadis, Muawiyah mengabarkan kepada Miqdam bahwa Imam Hasan AS telah wafat. Mendengar kabar ini Miqdam mengucapkan istirja’ sebagai tanda bahwa itu adalah musibah, tiba-tiba seorang laki-laki menimpal dengan kata-kata yang tidak pantas. Hadis di atas menyebutkan

فقال له رجل أتراها مصيبة ؟

Seorang laki-laki berkata “Apakah menurutmu itu musibah?”

Sungguh aneh sekali perkataan orang ini, jika seorang saudara Muslim yang meninggal saja kita anggap sebagai musibah dan mengucapkan Istirja’ (Innalillahi wa inna ilaihi rajiun) maka apalagi seorang Imam Ahlul bait cucu Rasulullah SAW yaitu Hasan bin Ali. Tidak cukupkah kemuliaan Beliau AS sehingga kematiannya dikatakan sebagai musibah. Adakah yang aneh dengan ucapan Istirja’. Apakah laki-laki yang berkata ini tidak memiliki kecintaan kepada Ahlul Bait?. Sungguh tidak ada alasan untuk mempertanyakan hal itu jika memang laki-laki tersebut mencintai Ahlul Bait.

Tahukah anda siapa laki-laki itu?. Abu Dawud memang tidak menyebutkan namanya tetapi dalam hadis lain nama laki-laki tersebut telah disebutkan dengan jelas. Syaikh Muhammad Syamsu Haq Azhim Abadi dalam ‘Aun Al Ma’bud Syarh Sunan Abu Dawud 11/127 menjelaskan bahwa laki-laki yang dimaksud tidak lain adalah Muawiyah sendiri, Abu Dawud memang tidak menyebutkan namanya tetapi dalam hadis riwayat Ahmad nama Muawiyah telah disebutkan dengan jelas. Syaikh Azhim Abadi berkata

وفي بعض النسخ وقع رجل مكان فلان والمراد بفلان هو معاوية بن أبي سفيان رضي الله تعالى عنه والمؤلف لم يصرح باسمه وهذا دأبه في مثل ذلك وقد أخرج أحمد في مسنده من طريق حيوة بن شريح حدثنا بقية حدثنا بحير بن سعد عن خالد بن معدان قال وفد المقدام بن معد يكرب وفيه فقال له معاوية أيراها مصيبة الحديث

Dalam beberapa riwayat telah disebutkan kata “seorang laki-laki(rijal)” sebagai pengganti “fulan”. Dan yang dimaksud fulan dia adalah Muawiyah bin Abi Sufyan. Penulis tidak secara jelas menyebutkan namanya disini seperti yang terlihat demikian. Telah diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya dengan jalan Haywah bin Syuraih yang berkata telah menceritakan kepada kami Baqiyah yang berkata telah menceritakan kepada kami Buhayr bin Sa’ad dari Khalid bin Ma’dan yang berkata Miqdam bin Ma’di Karib datang dan di dalamnya disebutkan “Muawiyah berkata ‘apakah kamu melihatnya sebagai musibah”.

Hadis yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad Syamsu Haq Azhim Abadi telah diriwayatkan dalam Syarh Musnad Ahmad no 17123 dimana dalam Tahqiq Syaikh Ahmad Syakir dan Hamzah Zain disebutkan bahwa sanadnya shahih. Jadi kita telah melihat penyimpangan pertama yang ditunjukkan Muawiyah dalam hadis di atas yaitu sikap sinisnya terhadap Ahlul Bait Hasan bin Ali. Penyimpangan selanjutnya yang dilakukan Muawiyah adalah terdapat banyak hal dalam rumah Muawiyah yang telah diharamkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Hal ini sebagaimana yang disaksikan Miqdam yaitu Memakai emas, sutera dan kulit binatang buas serta mengendarai binatang buas. Anehnya Muawiyah sendiri mengakui bahwa hal tersebut telah diharamkan oleh Rasulullah SAW. Sungguh Penyimpangan yang berat.

______________________________________

TULISAN TERKAIT TENTANG MUAWIYAH

  1. BANTAHAN ATAS: “SEKELUMIT TENTANG KEUTAMA’AN MUAWIYAH BIN ABI SUFYAN” (IBNU RAHAWAIH: TIDAK SAHIH SATUPUN DARI HADIS KEUTAMA’AN MUAWIYAH)
  2. Meluruskan Muawiyah
  3. Sahabat Nabi Yang Menghina Ahlul Bait
  4. Muawiyah dan Mimbar Nabi
  5. Kedudukan Hadis “Ya Allah Jadikanlah Muawiyah Seorang Yang Memberi Petunjuk”
  6. Riwayat Muawiyah Mencela Imam Ali AS Adalah Shahih
  7. Kedudukan Hadis “Ya Allah Ajarkanlah Muawiyah Al Kitab dan Al Hisab”
  8. Hadis Penyimpangan Muawiyah Dalam Shahih Muslim
  9. Mu’awiyah Memberantas Hadis Keutamaan Imam Ali as.
  10. Penulis Wahyu
  11. Hadis Muawiyah Meminum Minuman Yang Haram
  12. Meluruskan Sikap Muawiyah Terhadap Hadis Nabi SAW

******************************************************************************

UNTUK BERKOMENTAR DAN BERDIALOG DENGAN PENULIS SILAHKAN -KLIK DISINI-

*******************************************************************************

%d blogger menyukai ini: