Bantahan Atas -haulasyiah: Hadis Perintah Ber-iqtida’ Dengan Abubakar Dan Umar (Bagian II)

Hadis Perintah Ber-iqtida’ Dengan Abubakar Dan Umar (II)

SUMBER: http://jakfari.wordpress.com

Oleh Ibnu Jakfari

(Tulisan ini adalah rangkain bantahan Ibnu Jakfari atas artikel blog haulasyiah -Keutamaan Abu Bakar Dan Umar Di Atas Ali RadhiAllahu Anhum- bantahan sebelumnya berjudul Keutamaan Imam Ali as. Di Atas Abu Bakar Dan Umar _____________________________________

Sanad Hadis Riwayat Abdullah ibn Mas’ud

* Riwayat at Turmudzi:

Ibrahim ibn Ismail ibn Yahya ibn Salamah ibn Kuhail menyampaikan hadisd kepada kami, ia berkata, ayahku menyampaikan hadisd kepadaku dari ayahnya, dari Salamah ibn Kuhail dari Abu az Za’râ’ dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda:

إقْتَدُوا باللذَيْنِ مِنْ بَعْدِيْ مِنْ أصحابي: أبي بكْرٍ و عُمَرَ….

Ikutilah dua orang setelahku dari sahabat-sahabatku; Abu Bakar dan Umar[1]

* Riwayat al Hakim:

Al Hakim setelah meriwayatkan hadis Hudzaifah seperti telah disebutkan, ia berkata, “Dan kami telah menemukan syâhid untuknya dengan sanad sahih dari Abdullah ibn Mas’ud, (ia berkata): Abu Bakar ibn Ishaq menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata, Abdullah ibn Ahmadibn Hanbal memberitakan kepada kami, ia berkata Ibrahim ibn Ismailibn Yahya ibn Salamah ibn Kuhail menyampaikan hadis kepada kami, ia berkata ayahku menyampaikan hadis kepada kami, dari ayahnya, dari Abu az Za’râ’ dari Abdullah ibn Mas’ud ra. ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda:

إقْتَدُوا باللذَيْنِ مِنْ بَعْدِيْ أبي بكْرٍ و عُمَرَ….

Ikutilah dua orang setelahku; Abu Bakar dan Umar…. [2]

* Telaah Sanad:

A) Hadis ini Dicacat At Turmudzi:

At Turmudzi yang meriwayatkan hadis ini telah menegaskan sendiri kelemahannya, ia menggolongkannya sebagai hadis gharîb. Setelah meriwayatkan hadis tesebut at Turmudzi berkata, “Hadis ini adalah gharîb dari sisi ini dari hadis Ibnu Mas’ud, kami tidak mengenalnya kecuali dari hadis riwayat Yahya ibn Salamah ibn Kuhali. Dan Yahya ibn Salamah dilemahkan dalam preriwayatan hadis. Sedangkan Abu az Za’râ’ nama lengkapnya adalah Abdullah ibn Hâni’. Adapun Abu az Za’râ’ yang dikutip darinya oleh Syu’bah, ats Tsauri dan Ibnu ‘Uyainah namanya adalah Amr ibn Amr, ia adalah keppnakan Abu al Ahwash, murid Ibnu Mas’ud.

B) Dalam Sanadnya terdapat perawi-perawi Dha’if:

Dalam sanad riwayat tersebut terdapat beberapa perawi cacat, seperti telah dikatakan at Turmudzi sendiri, sebagai tersebut di atas. Di antara mereka adalah:

1) Yahya ibn Salamah ibn Kuhail.

Ia seorang yang dha’if, dibuang hadisnya dan tidakl bernilai.

At Turmudzi berkata, “Yahya ibn Salamah dilemahkan dalam preriwayatan hadis.

Al Maqdisi berkata, “Ia dilemahkan Ibnu ma’in. Abu Hatim berkata, ‘Ia tidak kuat.’ Al Bukhari berkata, ‘Dalam hadis terdapa kemunkaran.’ An Nasa’i berkata, ‘Ia tidak terpercaya/jujur.’ At Turmudzi berkata, ‘Ia lemah.’” [3] Adz Dzahabi berkata, “Ia dha’if.”

Ibnu Hajar berkata, “Ibnu Hibbân menyebutkannya dalam kitab adh Dhu’afâ’ (orang-orang lemah), dan berkata, ‘Ia sangat mungkar hadis-hadisnya, tidak dapat dijadikan hujjah. An Nasa’i dalam al Kunâ berkata, ‘Hadisnya ditinggalkan.’ Ibnu Numair berkata, ‘Ia termasuk perawi yang hadisnya tidak layak ditulis.’ Ad Dârulquthni berkata, ‘Ia ditinggalkan/tidak dipakai.’ Murrah berkata, ‘Lemah.’ Al Ijli berkata, ‘lemah.’” [4]

Al Mubârakfûri ketika mensyarahi hadis juga mencacat para perawinya di antaranya ia berkata tentang Yahya ibn Salamah, matrûk (ditinggalkan).

2) Ismail ibn Yahya ibn Salamah.

Ia seorang perawi dha’if dan matrûk. Demikian divonis ad darulquthni, al Azdi, al Mubarakfuri dan kawan-kawan. [5]

3) Ibrahim ibn Ismail ibn Yahya.

Ia seorang perawi dha’if, matrûk dan pelaku tadlîs.

Adz Dzahabi berkata, “Abu zar’ah melayyinkan (melembekkan)nya dan Abu Hatim mendha’ifkannya.” [6]

Ibnu Hajar berkata, “Ibnu Hatim berkata, ‘Ayahku menulis hadis darinya tapi tidak pernah mau mendtangi rumahnya dan tidak pula mengajakku ke sana karena ia tidak suka kepadanya, lalu aku tanyakan kepada Abu Zar’ah tentangnya, maka ia berkata, ‘Disebutkan bahwa ia pernah menyampaikan hadis beberaa hadis dari ayahnya kemudian ia meninggalkan penyebutan ayahnya dan menjadikannya dari riwayat pamannya, sebab pamannya lebih menonjol di kalangan manusia.

Al ‘Uqaili berkata, “Muthayyin berkata, ‘Ibnu Numair tidak merelakannya (sebagai perawi) dan melemahkannya.’ Ia berkata bahwa orang itu banyak meriwayatkan hadis munkar. [7]

Al ‘Uqaili menyebutkannya dalam kitab adh Dhu’afâ’-nya dan ia memaparkan berbagai komentar para ulama yang mencacatnya, di antara mereka al BUkhari, Yahya ibn ma’in dan an Nasa’i .[8]

Adz Dzahabi setelah menyebutkan hadis yang disahihkan al Hakim, ia berkata, “Sanadnya wâhin (lemah).”

As Suyuthi dalam al Jâmi’ al Kabîr -nya juga melemahkan hadis dengan sanad ini. [9]

Dari sini adalah hal mengherankan upaya ngotot al Hakim dalam mensahihkan hadis ini dan menjadikannya sebagai syâhid dan penguat hadis Hudzaifah. Demikian juga dengan al Munnâwi, dan yang lebih mengeherankan lagi adalah kata-kata al Munâwi, “(hadis ini diriwyatkan) at Turmudzi dan ia menghasankannya… ” [10]

Catatan:

Jika ada yang bertanya, ‘apabila keadaan hadis Ibnu Mas’ud itu sedemikian lemah, mengapa at Turmudzi meriwayatkannya, sementara ia sendiri mencacatnya?

Jawab: Mungkin untuk mengingatkan kita agar kita tidak tertupu oleh hadis tersebut dan menjadikannya hujjah dalam agama.

(bersambung)

CATATAN KAKI

[1] Sunan at Turmudzi,5/672, dan dengan syarah al Mubarakfûri,bab Manâqib Abdillah ibn Mas’ud ra. 10/308, hadis 3893.

[2] Al Mustadrak,3/75.

[3] Al Kamâl Fî Asmâ’ ar Rijâl. (Caba Nafahât al Azhâr,14/405.)

[4] Tahdzîb at Tahdzîb,1/225.

[5] Mizân al I’tidâl,1/256, al Mughni Fî adh Dhu’afâ’,1/89 Tahdzîb at Tahdzîb,1/366 dan Tuhfah al Ahwadzi Bi Syarhi al Jâmi’ at Turmudzi,10/308..

[6] Mizân al I’tidâl,1/20 dan al Mughni,1/10.

[7] Tahdzîb at Tahdzîb,1/106.

[8] Adh Dhu’afâ’ al Kabîr,7/2654.

[9] Al Jâmi’ al Kabîr,1/133.

[10] Faidh al Qadîr,1/56 dan 57.

 

_________________________________________________

BANTAHAN TERKAIT ATAS ARTIKEL haulasyiah “Keutamaan Abu Bakar dan Umar di Atas Ali RadhiAllahu Anhum”

  1. Bantahan Untuk haulasyiah: “KEUTAMA’AN IMAM ALI as. DIATAS ABUBAKAR DAN UMAR”
  2. Bantahan Atas haulasyi’ah: “Hadis Perintah Ber-iqtida’ Dengan Abubakar Dan Umar (Bagian I)”
  3. Bantahan Atas haulasyi’ah: “Hadis Perintah Ber-iqtida’ Dengan Abubakar Dan Umar (Bagian II)”
  4. Bantahan Atas haulasyi’ah: “Hadis Perintah Ber-iqtida’ Dengan Abubakar Dan Umar (Bagian III)”

________________________________________________________________

******************************************************************************

UNTUK BERKOMENTAR DAN BERDIALOG DENGAN PENULIS SILAHKAN -KLIK DISINI-

*******************************************************************************

%d blogger menyukai ini: