Pembelaan Nashibi Terhadap Muawiyah : Studi Kritis Hadis Tentang Muawiyah

Pembelaan Nashibi Terhadap Muawiyah : Studi Kritis Hadis Tentang Muawiyah

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Pembelaan Nashibi Terhadap Muawiyah

Seperti biasa seorang nashibi punya kecenderungan berlebihan untuk memuliakan Muawiyah, membela kesalahan dan keburukannya. Salah satu contohnya adalah pembelaan seseorang yang menanggapi tulisan kami mengenai hadis “Jika kamu melihat Muawiyah di mimbarKu maka bunuhla ia”. Komentarnya dapat pembaca lihat di blognya tentang keutamaan Muawiyah. Tentu saja komentar tersebut berupa pembelaan buta yang dibuat seolah-olah ilmiah. Ia menyatakan hadis tersebut palsu dengan membawakan hujjah-hujjah yang rapuh. Berikut adalah tanggapan kami terhadap komentarnya yang kami quote dan  cetak biru.

Baca selebihnya »

Menyoal Kejujuran Ahli Hadis Sunni (bag. 3)

Menyoal Kejujuran Ahli Hadis Sunni (bag. 3)

SUMBER: jakfari.wordpress.com

Di tulis Oleh Ibnu Jakfari

Abu Hâtim ibnu Hibbân

Ibnu Hibbân adalah salah satu tokoh dan pakar al jarh wa at ta’dîl yang sering diandalkan oleh jumhur. Tentangnya adz Dzahabi bertutur,

“Imam Abu ‘Amr ibn ash Shalâh menyebutnya dalam kitab Thabaqât asy Syâfi’iyah dan berkata, ‘Ia (Ibnu Hibbân) telah salah dengan kesalahan fatal dalam sikapnya.’ Benar Abu ‘Amr, ia banyak kesalahannya, al Hafidz Dhiyâuddin telah menelusuri sebagiannya. Abu Ismail al Anshari -Syeikhul Islam- berkata, ‘Aku bertanya keada Yahya ibn Ammâr tentang Abu Hâtim, maka ia berkata, ‘Aku perna menyaksikannya. Kami (para ulama) pernah mengusirnya dari kota Sijistân. Ia memang punya banyak ilmu tetapi tidak memiliki banyak keberagamaan…’ Abu Ismail al Anshari berkata, ‘Aku mendengar Abdush Shmad ibn Muhammad berkata, ‘Aku mendengar ayahku berkata, ‘Para ulama menentang Ibnu Hibân karena ucapannya bahwa kenabian adalah ilmu dan amal. Kerenanya mereka menghukuminya telah zindiq, kafir dan mereka mengucilkannya. Khalifah saat itu menuliskan keputusan agar ia dihukum mati. [1]

.

Baca selebihnya »

Menyoal Kejujuran Ahli Hadis sunni (2)

Menyoal Kejujuran Ahli Hadis sunni (2)

SUMBER: jakfari.wordpress.com

Di tulis Oleh Ibnu Jakfari

Menyoal Kejujuran Ahli Hadis Sunni (2)

Ahmad ibn Hanbal

Imam Ahmad ibn Hanbal adalah salah satu tokoh sentral dalam al jarh wa at ta’dîl, seorang muhaddis besar dan imam mazhab yang terkenal. Sebagaimana perannya dalam membangun ideologi Ahli Hadis cukup signifikan. Namun demikian tidak berarti ia selamat dari kecaman dan pencacatan serta kritik tajam dari sebagian pakar ahli dan rekan sejawatnya dalam men-jarah dan atau men-ta’dil.

Baca selebihnya »

Menyoal Kejujuran Ahli Hadis sunni (1)

Menyoal Kejujuran Ahli Hadis sunni (1)

SUMBER: jakfari.wordpress.com

Di tulis Oleh Ibnu Jakfari

Mempertanyakan Validitas Jarh wa Ta’dîl

Kelihatannya komentar dan omongan para ahli Jarh wa Ta’dîl dalam men-jarh atau men-ta’dil itu sulit diterima dan dijadikan acuan akhir dalam menilai kualitas periwayat. Hal itu karena beberapa alasan:

Poin Pertama, karena para tokoh yang diandalkan komentar mereka dalam men-jarh dan atau men-ta’dil itu sendiri masih diragukan keadilannya. Tidak jarang mereka pribadi-pribadi yang cacat dan memiliki citra buruk yang setelah dilakukan penelitian mereka berakhir dengan pencacatan dan kesimpulan yang mencoreng nama mereka. Tidak terkecuali nama-nama penting seperti Imam Malik, Yahya ibn Sa’id Al Qaththaan, Yahya ibn Ma’in, Ahmad ibn Hanbal, Muhammad ibn Yahya Al Dzuhali, Abu Hatim, Al-Turmudzi, Ibnu Hibban, Al Hakim, Ibnu Mandah, Abu Nu’aim, apalagi Al Jawzajani ,Ibnu Hazm, Ibnu Al Jawzi, Adz Dzahabi.

Baca selebihnya »

Ahlulbait as adalah Ahlu adz Dzikr

Ahlulbait as adalah Ahlu adz Dzikr

SUMBER: jakfari.wordpress.com

Di tulis Oleh Ibnu Jakfari

.

Allah SWT berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ .( النحل:43/ الأنبياء:7

Maka bertanyalah kepada orang yang berpengetahuan, jika kamu tidak mengetahui (QS:16;43 dan QS:21;7)

.

Arti Ayat Secara Umum

Ketika Allah Yang Maha Bijaksana mengutus para Rasul dari kalangan manusia guna membimbing dan memberi petunjuk ke jalan yang lurus, sebagian orang (kaum Musyrik) yang dangkal ilmu dan pengetahuan mereka membantah dan membobongkan kebenaran para Rasul tersebut dengan berbagai alasan yang dibuat-buat. Di antara alasan-alasan yang sering mereka kemukakan ialah mengapakah Allah mengutus manusia sebagai utusan-Nya, bukankah-kata mereka- manusia itu secara stuktur pencinptaan tidak mungkin dapat mengadakan kontak langsung dengan sumber wahyu (Allah SWT) Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Baca selebihnya »

Shahih Bukhari : Alaihis Salam Kepada Ahlul Bait [Sayyidah Fathimah, Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husain]

Shahih Bukhari : Alaihis Salam Kepada Ahlul Bait [Sayyidah Fathimah, Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husain]

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Tulisan ini kami hadiahkan kepada para pendengki yang tidak rela terhadap keutamaan Ahlul Bait yang berlimpah, kepada para pemalas yang terlalu malas untuk membaca kitab yang katanya fenomenal Shahih Bukhari, kepada para nashibi agar bertambah sakit hatinya, kepada orang awam yang terlalu paranoid dengan Syiah [Syiahphobia] yaitu orang yang ketika mendengar ucapan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait keningnya berkerut dgn ekspresi jijik di mukanya sambil bergumam “dasar syiah”. Dan yang paling utama buat da’i salafy konyol yang menuduh ucapan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait adalah ghuluw.

Baca selebihnya »

Imam Bukhari Menyatakan Alaihas Salam Pada Sayyidah Fatimah

Imam Bukhari Menyatakan Alaihas Salam Pada Sayyidah Fatimah

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Pernyataan Alaihis Salam (AS) pada Ahlul Bait Rasulullah SAW seringkali mengundang keraguan di sebagian kalangan. Beberapa dari mereka menuduh hal tersebut bid’ah dengan alasan Ghulat atau Pengkultusan yang berlebihan. Kebanyakan dari mereka para Penuduh suka sekali menuduh bahwa orang-orang yang menyebutkan AS pada Ahlul Bait adalah Syiah. Dan seperti biasa lagu sumbang “Syiah Yang Sesat” kembali berkumandang.

Baca selebihnya »

Sebutan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait : Sayyidah Fathimah, Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husain

Sebutan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait : Sayyidah Fathimah, Imam Ali, Imam Hasan dan Imam Husain

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Keharuman nama Ahlul Bait memang membuat sakit hati para nashibi, mereka memang terjangkiti virus nashibi yang mematikan[baca; jiwa] dan tak segan-segan menularkannya kepada orang lain. Celakanya ada sebagian orang yang bisa jadi tidak tahu menahu atau bisa jadi karena penyakit taklid buta ikut terinfeksi virus nashibi walaupun dengan kadar yang berbeda-beda.

Sebagian dari mereka [akibat pengaruh virus nashibi] dengan sombongnya mengaku mencintai Ahlul Bait tetapi lidahnya tidak segan-segan bersikap sinis kepada keutamaan Ahlul Bait. Sebagian dari mereka menunjukkan sikap sinis tersebut dengan menyatakan bahwa sebutan Alaihis Salam kepada Ahlul Bait adalah ghuluw. Mereka tidak pernah merasa kalau sebenarnya merekalah yang terinfeksi virus nashibi sehingga sebutan kemuliaan kepada Ahlul Bait yang memang pantas untuk Ahlul Bait, mereka sebut sesuatu yang ghuluw. Jika orang kekurangan maka sesuatu yang normal pun akan ia anggap berlebihan.

Baca selebihnya »

Hadis Tsaqalain Riwayat Yaqub bin Sufyan Al Fasawi

Hadis Tsaqalain Riwayat Yaqub bin Sufyan Al Fasawi

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Yaqub bin Sufyan adalah ulama Al Hafiz yang diakui kredibilitas dan keutamaannya. Beliau adalah salah satu guru Imam Tirmidzi dan Nasa’i. Beliau telah diakui tsiqat oleh banyak ulama. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 2/337 dan Adz Dzahabi dalam Al Kasyf no 6388 mengatakan bahwa Yaqub bin Sufyan adalah seorang hafiz yang tsiqat.

Dalam kitab Ma’rifat Wal Tarikh karya Yaqub bin Sufyan Al Fasawi 1/536 disebutkan hadis Tsaqalain dengan sanad yang shahih.

Baca selebihnya »

Berpegang Teguh Pada Ahlul Bait Nabi SAW Atau Sahabat Nabi SAW

Berpegang Teguh Pada Ahlul Bait Nabi SAW Atau Sahabat Nabi SAW

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Berpegang Teguh Pada Ahlul Bait Nabi SAW Dan Berpegang Teguh Pada Sahabat Nabi SAW

Merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa Islam sekarang terbagi dalam berbagai mahzab. Setiap mahzab menawarkan pemahaman khas tersendiri tentang bagaimana Islam sebenarnya. Dan tidak jarang antara mahzab yang satu dan mahzab yang lain terjadi perselisihan pemahaman. Hal ini membuat kesulitan bagi sebagian orang yang ingin memahami ajaran Islam dengan baik. Walaupun begitu ada suatu pemecahan awal yang dapat digunakan dalam memilah yang mana yang benar dan yang mana yang salah dari semua mahzab yang ada. Ajaran Islam sepenuhnya berlandaskan pada Al Quranul Karim dan Sunah Rasulullah SAW. Oleh karena itu setiap pandangan yang ditawarkan oleh mahzab apapun hendaknya ditimbang dengan Al Quran dan Sunah Rasulullah SAW.

Baca selebihnya »

Khalifah Umat Islam Adalah Ahlul Bait

Khalifah Umat Islam Adalah Ahlul Bait

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Masalah Kekhalifahan adalah masalah yang sangat penting dalam Islam. Masalah ini adalah dasar penting dalam penerapan kehidupan keislaman, setidaknya begitu yang saya tahu :mrgreen: . Kata Khalifah sendiri menyiratkan makna yang beragam, bisa sesuatu dimana yang lain tunduk kepadanya, sesuatu yang menjadi panutan, sesuatu yang layak diikuti, sesuatu yang menjadi pemimpin, sesuatu yang memiliki kekuasaan dan mungkin masih ada banyak lagi ;)

Saat Sang Rasulullah SAW yang mulia masih hidup maka tidak ada alasan untuk Pribadi Selain Beliau SAW untuk menjadi khalifah bagi umat Islam. Hal ini cukup jelas kiranya karena sebagai sang Utusan Tuhan maka Sang Rasul SAW lebih layak menjadi seorang Khalifah. Sang Rasul SAW adalah Pribadi yang Mulia, Pribadi yang selalu dalam kebenaran, dan Pribadi yang selalu dalam keadilan. Semua ini sudah jelas merupakan konsekuensi dasar yang logis bahwa Sang Rasulullah SAW adalah Khalifah bagi umat Islam.

Baca selebihnya »

Tinjauan Ulang Hadis Tsaqalain

Tinjauan Ulang Hadis Tsaqalain

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Muqaddimah

Untuk kali ini kami hanya akan membuat tulisan sederhana yang berkaitan dengan Hadis Tsaqalain. Pembicaraan akan difokuskan pada makna sebenarnya hadis Tsaqalain dan siapa Al Ithrah Ahlul Bait Rasulullah SAW. Tulisan ini saya tujukan buat saudara saya baik Syiah dan Sunni. Semoga berkenan :mrgreen:

Baca selebihnya »

Kritik Terhadap Distorsi Hadis Tsaqalain

Kritik Terhadap Distorsi Hadis Tsaqalain

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Bahwa Rasulullah SAW bersabda “Wahai manusia sesungguhnya Aku meninggalkan untuk kalian apa yang jika kalian berpegang kepadanya niscaya kalian tidak akan sesat ,Kitab Allah dan Itrati Ahlul BaitKu”.(Hadis riwayat Tirmidzi, Ahmad, Thabrani, Thahawi dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya Silsilah Al Hadits Al Shahihah no 1761).

Hadis diatas adalah hadis Tsaqalain, disebut Tsaqalain karena berarti dua peninggalan yang berat, berharga atau dua pusaka. Hadis ini menjelaskan tentang wasiat Rasulullah SAW kepada umatnya agar tidak sesat dengan cara berpegang teguh kepada Al Quran dan Itrati Ahlul Bait Rasul as. dan Kedua hal tersebut yang dimaksud dengan At Tsaqalain atau dua peninggalan yang berharga. Kebanyakan dari umat muslim lebih sering mendengar hadis dengan redaksi yang berbeda yaitu

Baca selebihnya »

Kekeliruan Ibnu Taimiyyah Terhadap Hadis Tsaqalain

Kekeliruan Ibnu Taimiyyah Terhadap Hadis Tsaqalain

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Ibnu Taimiyyah dalam kitab Minhaj As Sunnah mengkritik hadis Tsaqalain berikut “… dan ‘ltrah Ahlul Baitku. Karena sesungguhnya keduanya tidak akan pernah berpisah hingga menemuiku di telaga”, Ibnu Taimiyyah berkata

Baca selebihnya »

Kekeliruan Ibnu Jauzi Terhadap Hadis Tsaqalain

Kekeliruan Ibnu Jauzi Terhadap Hadis Tsaqalain

SUMBER: Blog Analisis Pencari Kebenaran

ditulis Oleh: J. Algar (SP)

.

Di dalam kitabnya yang berjudul Al-’llal al-Mutanahiyah fi al-Ahadits al-Wahiyah Ibnu al-Jauzi mendhaifkan hadits Ats Tsaqalain. Ibnul Jauzi mengatakan,

“Hadis ini tidak sahih. Adapun ‘Athiyyah telah didhaifkan oleh Ahmad, Yahya dan selain dari mereka berdua. Adapun tentang Abdullah al-Quddus, Yahya telah mengatakan bahwa dia itu bukan apa-apa dan dia itu seorang rafidhi yang jahat”.

Hadis yang dimaksud salah satunya adalah riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad jilid III hal 59 sebagai berikut

Baca selebihnya »